Selasa, 19 November 2013

Another Writing Virus to be Inspired For.

So, I've been following Kak Sindy & Kak Anastasye's writing project called #FF100Kata selama dua minggu (7-21 November 2013). Awalnya berniat untuk nantangin diri sendiri, karena selama ini susah banget konsisten sama yang namanya nulis, naskah yang niatnya mau dikirim pun terbengkalai tak bernyawa dalam folder.

Tapi!

Setelah 'memaksakan' diri untuk terus ikut sampai hari terakhir ini, pintu hati(?) sedikit terbuka: "Ternyata bisa juga konsisten".

Aku dipercaya teman virtual di Facebook untuk mengasuh sebuah grup menulis, di bawah naungan fanpage yang sudah sangat terkenal di dunia fiksi fans khusus boyband Super Junior (link). Mereka membuat sub-page dengan nama SJFF Academy yang visinya adalah untuk menyebarkan virus menulis dan menampung para author per-fanfiksi-an untuk menimba ilmu di sana.


Dan, berhubung kegiatan di SJFF Academy sedang vakum total selama hampir lebih dari tiga bulan karena kekurangan pengurus, jadilah aku mengirimkan pesan cinta(?) lewat direct message Kak Sindy untuk meminta izin untuk menyelenggarakan hal yang sama dengan writing project Kak Sindy dan Kak Anastasye untuk para penulis yang ada di friendlist Facebook-ku yang kebanyakan adalah anggota SJFF Academy.

Yes! Dapet izin! Langsung tancap gas menuju link 'new note' di Facebook dan membuat writing project yang hampir sejenis. Kalau Kak Sindy punya nama #FF100Kata, aku mengubahnya sedikit menjadi #KDrabbleMarathon.

Metodenya pun aku adopsi dari metode #FF100Kata. Tapi, karena proyek yang aku adopsi dari Kak Sindy ini aku ngerjain sendiri, jadilah cuma terjadwal seminggu.

Kenapa namanya K-Drabble Marathon? Karena mayoritas isi friendlist-ku adalah author dari dunia per-fanfiksi-an yang biasa menggunakan nama artis Korea itu sebagai tokoh utama.

Dan kenapa drabble? Sebenarnya drabble itu sama aja dengan flashfiction. Tetapi dalam dunia fanfiction, para penulisnya lebih mengenalnya dengan sebutan drabble. Dan jangan tanya kenapa. ._.

Kalau Kak Sindy menuliskan aturan untuk membuat flashfiction sebanyak 100 kata (engga boleh kurang dan lebih), aku menuliskan aturan untuk membuat drabble sebanyak 200 kata (boleh kurang, engga boleh lebih) karena banyak yang protes karena kata-katanya terlalu sedikit panjang normal drabble biasanya antara 150-200 kata.

Cara mainnya hampir sama dengan #FF100Kata, setiap harinya, pukul 06.00 pagi, aku akan melempar tema  di status Facebook. Dan tulisannya akan di posting di catatan Facebook masing-masing peserta. Lalu peserta akan membagikan link-nya di dinding profilku untuk kemudian kurekap dan kubuat back-link-nya agar peserta lain bisa saling memberi feed back. Penerimaan link akan ditutup pada jam yang sama, yaitu 06.00 esok paginya.

Aku sudah memasang angka 20 sebagai ekspetasi peserta yang mau mengikuti writing project yang kuadopsi dari Kak Sindy dan Kak Anastasye. Berhubung hadiah yang kutawarkan tidak semenarik hadiah yang ditawarkan di #FF100Kata.

Dan ternyata aku hanya kurang optimis aja.

Awalnya memang, peserta sedikit melebihi ekspetasiku. Hari pertama hanya diikuti oleh 26 orang.

Dan untuk peserta hari-hari berikutnya benar-benar melebihi ekspetasi! (link)

Reaksi yang disampaikan juga beragam, mulai dari protes karena kata-katanya terlalu sedikit, temanya terlalu susah dan ucapan terima kasih.

Daaan, mewakili para teman-teman virtual-ku di Facebook sana yang mengikuti #KDrabbleMarathon, I would like to said a deep thanks to Kak Sindy & Kak Anastasye for the idea. Selain bisa meningkatkan konsistensi, menyadarkan bahwa kata males itu bisa dihapuskan dalam kamus otak, aku juga bisa berbagi ilmu dan semangat pada teman-teman yang senasib di dunia virtual.

Dan aku menunggu another writing virus to be inspired for-nya yang lain ya, kak. Semoga masih bisa ikutan. ^^

Terima kasih atas kegiatannya!



P.S: Berikut lampiran screenshots-nya, Kak!








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar