Senin, 24 Maret 2014

#FiksiLaguku - Aishiteru

Taken from here.

“Apa yang harus diucapkan ketika ingin mengungkapkan cinta dengan gadis Jepang?”

“Mau yang panjang, atau yang pendek?”

“Ah, yang singkat saja. Aku lemah dalam mengingat.”

“Jangan harap kau bisa mendapatkan hati mereka jika usahamu hanya segitu.”

“Kau kira aku akan benar-benar menyatakannya pada gadis Jepang? Ini untuk pelajaran Bahasa Jepang-ku di sekolah.”

...atau, sekiranya begitulah aku memasang tameng kata untuk berdalih. Memangnya, sejak kapan di sekolah ada pelajaran Bahasa Jepang?

“Kurasa ‘aishiteru’ sudah cukup.”

Begitulah jawabannya.

“Aishiteru,” ucapku saat itu, berbisik, padanya, gadis (penyuka) Jepang di hadapanku.

“Aishiteru.” Aku mengulangnya untuk yang kesekiankali untuk hari ini. Kali ini, tidak ada bisikkan. Aku mengucapkannya dengan sungguh-sungguh. Dengan harapan, perasaan yang sudah terlambat ini tetap tersampaikan padanya.

Padanya, yang kini tertidur tenang di perut Bumi.


*) Diikutsertakan dalam #FiksiLaguku @KampusFiksi
**) Terinspirasi dari lagu Aishiteru - Monkey Manjik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar