Selasa, 10 Juni 2014

Review: London-Angel by Windry Ramadhina

LONDON: Angel (STPC #5)
Penulis: Windry Ramadhina (@windryramadhina)
Penerbit: Gagasmedia (@Gagasmedia)
Tebal: 330 halaman
ISBN: 9789797806538
Cetakan Kedua, 2013
Blurp:
Pembaca tersayang,
Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye.
Windry Ramadhina, penulis novel 'Orange', 'Memori', dan 'Montase', membawa kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemuinya. Apakah perjalanannya kali ini sia-sia belaka?

Setiap tempat punya cerita. Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyusup.


I feel in love with you, I don't know how, I don't know why, I just did.
Klise. Tapi tetap saja mengiris-iris. Sesak. Ah, I don't know this 5 days will be so miserable yet quite worrisome.

Diceritakan Gilang, editor merangkap penulis naskah novel yang tidak kunjung selesai. Tergila-gila akan buku dan sastra. Yang rela hunting Burmese Days cetakan pertama sampai akhirnya menyerah.

Tapi Gilang tidak menyerah untuk gadis yang satu ini.

Namanya Ning, yang sejak empat belas tahun yang lalu hingga sekarang menjadi sahabatnya. Atau setidaknya itulah yang diyakini Gilang pada mulanya.

Dunia Ning sangat berbeda dari Gilang. Gilang memilih dunia sastra, sedangkan Ning memilih dunia seni sebagai tempat favoritnya, yang pada akhirnya membawanya terbang beribu kilometer ke Kota London, di sebuah pemukiman pusat bernama Fitzrovia demi menenggelamkan diri ke dunia yang sangat dicintai gadis itu.

Gilang sedikit menyesal telah melepaskan gadisnya begitu saja.

Berawal dari sebuah wiski, akhirnya Gilang bertandang ke London. Atas bantuan teman-temannya, ia mendapatkan penginapan yang lumayan: Madge, yang dikelola oleh Madam Ellis, tidak jauh dari tempat indekos Ning setelah sebelumnya mendapati bahwa Ning tidak ada di Fitzrovia selama beberapa hari ke depan.

Gilang memutuskan untuk menunggu.


Dan selama penantian itu pula, ia bertemu dengan gadis berambut ikal yang hanya muncul saat hujan yang kemudian Gilang juluki Goldilocks, karena warna rambutnya yang pirang. London Eye menjadi saksi pertama pertemuan mereka berdua, dan payung merah Goldilocks yang tertinggal menjadi penanda pertemuan mereka yang kali pertama.

Gilang terkesima. Dan selama Gilang penasaran dengan gadis itu, Ning akhirnya kembali ke Fitzrovia. Kerinduan seketika membuncah dari keduanya.

Perfect details: surrounding, arts, books. Bunch of feels, walaupun lebih banyak nyesek-nya.

Lima hari terasa sangaaaat lama di novel ini. Sub-konfliknya juga mendukung konflik utama. Semacam tarik ulur buat Gilang yang tengah meragu, ampuh sekali buat feel pembaca naik turun.

Tapi gara-gara perfect details itu juga, saat menyentuh bagian akhir, ada rasa ingin menyelesaikan buku ini dengan cepat sehingga aku sempat melangkahi beberapa halaman dan langsung mencari paragraf yang memuat isi cerita.

I feel akin to him. I have something in my brain and heart, in my blood and nerves, that assimilates me mentally to him. Every good, true, vigorous feeling I have gathers impulsively round him. I know I must conceal my sentiments. I must smother hope. I must remember that he cannot care much for me. I must repeat continually that we are forever sundered. And yet, while I breathe and think, I must love him.

Peran Goldilocks sangat misterius, tapi menurutku, porsinya kurang banyak. Walaupun dieksekusi di tempat-tempat dan di saat-saat yang 'pas', perannya agak kurang mendukung dan kurang terasa.

Overall, aku suka eksekusi di setiap sub-konflik yang turut membangun konflik utama. Ini karya Kak Windry pertama yang kubaca, dan berhasil membiusku untuk membaca karya-karyanya yang lain.

Kabar baiknya, London: Angel ini sudah diambil hak adaptasinya oleh Renee Pictures dan akan di-filmkan! (Link) Semoga bisa cepat beredar di bioskop! ^^


Rating: 4/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar