Sabtu, 02 November 2013

Review: After Rain by Anggun Prameswari

After Rain by Anggun Prameswari


After Rain, Suatu Saat Aku Berhenti Menangisimu
Penerbit: Gagas Media
Penulis: Anggun Prameswari (@mbakanggun)

Awal lihat buku ini, langsung main ambil aja. Gagasmedia berhasil membiusku dengan sampul buku yang menggugah. Tapi aku bayar, kok. Engga maling.

Diceritakan seorang wanita karir bernama Serenade Senja yang menjalin cinta dengan Bara, lelaki yang sudah berjalan 10 tahun, dengan rincian tujuh tahun resmi pacaran, dan sisa tiga tahunnya resmi pacaran lewat belakang.

Dari nama tokohnya, aku langsung kebayang sebuah band yang dinaungi oleh John Vesely: Secondhand Serenade, yang merupakan band favoritku sejak kelas 1 SMA. Dan benar saja, saat baca "Thanks To"-nya, Mbak Anggun memang terinspirasi dari band itu.

Semuanya berjalan manis, sangat manis. Saking manisnya, Seren - panggilan Serenande Senja - hampir (atau sengaja?) lupa kalau pria dewasa yang di hadapannya, Sambara Darmasaputra, sudah berstatus suami wanita lain dikarenakan masalah di dalam keluarga Bara.

Mereka tetap bersama, dan merayakan hari jadi mereka yang ke-sepuluh.

Semuanya tetap manis, sampai akhirnya, Kean - sahabat Seren - menanyakan: "Apakah Seren tidak lelah?"
Berbagai pikiran berkecamuk dalam pikiran Seren. Selama ini, cinta mengalah logika. Tapi, akan sampai kapan?

Novel ini mengajarkan bahwa perubahan tidak akan pernah mudah.

Gejolak emosi naik turun saat membaca ini. Niat untuk melangkah dan berubah  yang terombang-ambing serta plot dan alur yang mengalir sukses membuatku mantep di kamar kost-an untuk segera menyelesaikan novel Mbak Anggun.

Dan quote favorit yang paling aku suka di sini adalah:

"Patah hati bukan vonis mati." - Elang

Siapa Elang? Silakan baca di After Rain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar