Minggu, 09 Februari 2014

Review: Soba Ni Iru Yo by Yoana Dianika

Soba Ni Iru Yo
Penulis: Yoana Dianika
Penerbit: Bentang Belia, lini Bentang Pustaka
ISBN: 978-602-9397-19-2
Cetakan I: Maret 2012
Tebal: 156 halaman
Blurp:

Mika Nakajima harus pindah ke Tokyo saat SMA. Kehidupannya di Tokyo serba nggak terduga. Di kelas barunya, Mika bertemu dengan Ren, cowok super-rese yang mengadakan audisi pencarian pacar. Ia rutin mengadakan seleksi bagi cewek satu sekolah yang mengantre ingin jadi pacarnya. Sialnya, si playboy slebor ini selalu menghantui hidup Mika di Tokyo.

Mika sendiri masih belum bisa melupakan kenangan indah di Desa Shirakawa, kampung halamannya. Takayama bersaudara, sahabat masa kecilnya, masih selalu terbayang di ingatan Mika. Terutama Kak Kenji, cowok yang ia sukai sejak kecil.

Bisakah Mika menaklukkan hidup barunya di Tokyo? Mungkinkah ia bisa bertemu lagi dengan ketiga sahabatnya sewaktu kecil?

Well, this is an otaku-must-read book!

Atau mungkin para penggemar Jepang yang masih level pemula, novel ini adalah novel yang harus dimasukkan dalam daftar belanjaanmu. Karena, selain footnote istilah bahasa Jepang-nya yang menyentuh angka seratus, latarnya digambarkan dengan sangat detil, seakan-akan pembaca di bawa tenggelam ke imajinasi negeri Sakura tersebut.

Mika Nakajima bersahabat dekat dengan Takayama bersaudara: Kak Kenji, dan si kembar Ren & Ayumi. Di desanya, Desa Shirakawa, mereka menjalani kehidupan yang tenang dan damai. Walaupun tidak setenang hatinya Mika Nakajima.

Sejak ia menemukan sesuatu di antara selipan kertas buku dongeng miliknya yang dipinjam oleh Kak Kenji, ia merasa hari-harinya akan berbeda setelah itu. Namun, Mika pun masih belum cukup yakin bahwa ia tidak bertepuk sebelah tangan.

Sampai akhirnya ketika Mika ingin meyakinkan hal itu, Takayama bersaudara harus pindah ke Tokyo karena suatu hal. Kehidupan Mika terasa ada yang kurang setelah itu. Tidak ada yang mengingatnya untuk tidak terlalu jauh masuk ke hutan, dan tidak ada yang menyelamatkannya ketika ia tersesat di antara orang banyak.

Sampai akhirnya Mika juga ikut menyusul ke Tokyo karena suatu hal.

Mika merasa kehidupannya di Tokyo tidak lebih baik dari di Shirakawa. Malah jauh lebih buruk!

Konflik Soba Ni Iru Yo sebenarnya sederhana. Namun, daya tarik latar yang detil itu mengangkat novel ini. Tuturnya pun menarik dan mudah dicerna.

Di sampulnya, terdapat gambar alat-alat musik dan para tokoh yang sedang memainkannya. Ini yang menurutku sangat disayangkan. Bagian yang menjadi hit-nya novel ini sehingga dijadikan sampul, malah tidak dieksplor dengan baik. Penulisnya hanya memaparkan sedikit tentang kehidupan bermusiknya. Aku berharap kehidupan bermusik para tokoh dieksplor lebih banyak lagi sebenarnya, seperti menarasikan penampilan mereka ketika di panggung. Tapi di novel ini hanya dibeberkan kehidupan bermusik di belakang panggung.

Ah, omong-omong, ending-nya anime banget!

3/5 stars for this book! :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar