Rabu, 07 Mei 2014

Terbuka 'tuk Terluka



"Tak ada kisah tentang cinta yang bisa terhindar dari air mata. Namun kucoba menerima. Hatiku membuka, siap untuk terluka."


"Re?"

Athena menatap Arre tak percaya.

Arre bergeming di sisi seberang wanitanya (yang dulu), di kala yang tepat di sisinya kini bergelayut bingung di tangan kekarnya.

"Kenapa, kau - "

Arre gagu.

"Aku, nggak percaya....! Apa-apaan kamu, Re?!"

"Ini nggak seperti yang kamu pikir, Na!" teriak Arre.

Athena yang kini bergeming.

"Bukankah kamu sudah janji menerima aku apa adanya, Na? Inilah aku, Na! Inilah aku yang sebenar-benarnya!" Arre kini putus asa. Ia tak bisa menyembunyikan apa-apa lagi. Yang kini bergelayut manja di sisinya tanpa bergerak hanya bisa memperkeruh suasana.

Dada kiri Athena kini merasakan sakit yang amat sangat, beriringan dengan denyut kepalanya yang perlahan menusuk.

"Bukankah kau sudah berjanji untuk menerimaku apa adanya, Na? Iya, kan?" Arre histeris.

Kini, Athena benar-benar tak sanggup melihat orang yang tengah bergelayut manja di lengan Arre itu adalah lawan jenisnya sendiri.



*) Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar