Senin, 30 Juni 2014

Review: Letters to Aubrey by Grace Melia

Letters to Aubrey
Kumpulan surat seorang ibu untuk putrinya yang berkebutuhan khusus akibat terinfeksi virus rubella.

Penulis: Grace Melia (@gesgeesges)
Penerbit: Stiletto Book (@Stiletto_Book)
ISBN: 978-602-7572-27-0
Cetakan I, Mei 2014
Tebal: 266 halaman
Blurp:

Congenital Rubella Syndrome merupakan kumpulan kelainan bawaan akibat virus rubella yang menginfeksi kehamilan perempuan.
Melalui buku ini, penulis mengajak kita masuk dalam perjalanan yang penuh warna ketika dia membesarkan putrinya yang berkebutuhan khusus-akibat terinfeksi virus rubella. Ada penolakan, kecewa, dan juga letih yang lambat laun menjadi rasa ikhlas dan optimis. Sebagai ketua komunitas Rumah Ramah Rubella, penulis juga membuka wawasan kita tentang TORCH pada umumnya dan rubella pada khususnya. Dia pun menyerukan pesan kepada orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk terus optimis karena mereka tidak berjuang sendirian.
Semua informasi, pesan, serta rasa cintanya pada sang anak dituangkan dalam bentuk kumpulan surat dengan kata-kata yang ringan dan penuh makna. Buku ini sarat akan cinta seoran ibu pada anaknya. Lewat kumpulan surat ini, penulis ingin putrinya mengerti bahwa ia dicintai dan dibanggakan sebagaimana adanya.
Mommy loves you to the bone. That is a fact. But know this and this only, Ubii. Will your condition make us have to struggle to survive? Yes! Can we do it? Yes! What do you mean to Mommy? The World! Please keep that in mind. So, are you ready to fight together with Mommy? (hal. 43)

I am not yet a mother of anyone child, but, this book is worth to read. Alhamdulillah, aku dilahirkan normal oleh Mama dan bisa menjalani kehidupan yang normal hingga sekarang ini, but this is not mean that every mother doesn't have any struggle to be walked on. Tiap ibu punya lika-liku kehidupan dirinya dan sang anak yang sendiri yang tentunya berbeda dari orang lain.

Mami Grace ini adalah salah satu ibu yang ditunjuk oleh Pencipta untuk dipupuk menjadi Ibu yang tangguh. Lewat Aubrey Naiym Kayacinta, atau akrab dengan sebutan Ubii, Grace dan Aditya menjalani masa-masa sulit yang menjadikan mereka tangguh hingga sekarang.

Semua berawal dari virus rubella, atau campak jerman, yang diidap oleh Mami Grace yang akhirnya menular pada Ubii. Ubii mengalami sedemikian hal yang membuat hati orang lain teriris.


Problems after problems. Satu masalah belum sepenuhnya selesai dan mereka harus bertemu dengan masalah baru yang lebih berat. Tapi Tuhan sangat berbaik hati untuk menyelipkan kebahagiaan kecil dan menebarkan rasa kasih sayang-Nya pada orang-orang terdekat Ubii, Ubii tidak sendirian.

Jujur, aku buta masalah mommy-thingy, karena aku cukup berpikir bahwa aku ini masih cocok untuk jadi anak SMA yang berumur tujuh belas tahun harus melihat dunia yang sebenar-benarnya dunia dulu di usia yang baru aja memasukki dunia pengangguran selepas kuliah. Tapi dengan baca mom-lit dari Stiletto Book yang satu ini, pikiranku terbuka. Dunia sudah lama di depan mata.

Mungkin keterbukaan pengetahuan yang aku rasakan seperti ketika seorang perempuan muda yang belum menikah, yang melihat proses melahirkan seorang ibu hamil yang katanya bisa membuat trauma tersendiri untuk perempuan muda tersebut. Karena kenyataannya memang berat dan fakta tidak bisa dihindari. Kebocoran jantung, profound hearing loss, perkembangan motorik yang terganggu, dan ujian-ujian lainnya itu benar-benar terasa berat hanya dengan membacanya dari buku ini. But, Ubii still proudly, and strongly walk on it with her family.
Today you taught us that an accident does not necessarily mean something bad. Sometimes it can be sign of something good to happen. Sometimes it can be a lesson to be more careful and attentive. Thank you for the lesson, my daughter. (hal. 79)
Selain cerita yang menginspirasi, dalam buku ini juga terdapat informasi-informasi penting seputar tempat-tempat yang patut dikunjungi berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Tips-tips parenting sampai ke how-to yang dibuat sendiri oleh Mami Grace untuk Ubii semuanya ada dalam buku ini. Dan hampir seluruhnya dibeberkan secara mendetail. Begitu juga dengan kumpulan rasa Mami Grace selama mengurus Ubii, juga tak kalah detail diceritakan.

Honestly, buku ini adalah buku non-fiksi pertama yang masuk dalam reading list-ku. Karena selama ini memang cenderung ke fiksi. Tapi tutur Mami Grace yang mudah dan menyenangkan membuat kata-kata dalam buku ini tidak menggurui pembacanya.

Progres Ubii hari ke hari itu worthable untuk dibaca. Dan semoga niat mulia Mami Grace bisa menyelamatkan para bu dan atau para calon ibu agar lebih aware dengan TORCH.

Semoga bisa mengerjakan PR-PR yang belum sudah, ya, Ubii. ^^



P.S: Kalau Papi Ubii adalah family man, maka Mami Ubii adalah family's super woman. Be proud! ;)


Rating: 4/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar