Jumat, 04 Juli 2014

Books, Vampires and Eternity

"Books are vampires. Thirsty of human's life, then live in eternity. Telling stories that never be questionable."

The sentences above are basically my thought.  Bagiku, buku bisa dianalogikan sebagai vampir yang haus akan darah manusia. Tapi buku tidak mengisap darah, tentu saja. Mereka mengisap intisari kehidupan manusia-manusia, lalu menjadikannya kekal. Selayaknya vampir yang hidup kekal, kehidupan buku juga tidak lekang oleh waktu. Vampir akan menceritakan kisah yang tak pernah diragukan kebenarannya. Yeah, they had live a long life. Buku pun begitu.

Gagasmedia adalah salah satu penerbit buku populer yang sudah berdiri sejak 4 Juli 2003, dan sesuai dengan definisinya, buku-buku yang diterbitkan Gagasmedia tidak jauh dari kata populer.

I'm one of this publisher's reader. Di antara banyak buku yang sudah diterbitkan, these are my recommendation list. Terdiri dari 11 buku yang harus dibaca, sesuai dengan tagline ulang tahun Gagasmedia #11TanpaBatas. Buku Ai yang dituliskan oleh Winna Effendi adalah buku pertama yang aku baca.

Ai - Winna Effendi (sampul lama)
Merasa berjodoh sama buku ini karena waktu SMA, I was a Japan freak! Dan sekarang juga masih. Desain sampulnya sangat kental akan nuansa Jepang. Kisah persahabatan dua orang yang kompleks, Ai dan Sei, yang akhirnya harus diombang-ambingkan oleh kehadiran Shin, murid pindahan. Idenya sih, sudah banyak digunakan. Antara persahabatan dan cinta. Tapi potongan-potongan kisah menuju cintanya itu patut diacungi jempol dan menarik. Siap-siap dibuat terenyuh dengan kedewasaan dan kebesaran jiwa Sei di sini. Cerita yang disuguhkan dari dua sudut pandang dalam novel inilah yang dapat mengombang-ambingkan perasaan. Walaupun ini cerita dengan latar belakang Jepang, novel ini bisa dinikmati semua kalangan.

Next is Harmoni, kumpulan dua novela yang ditulis oleh penulis kawakan, Aulia Halimatussadiah (Ollie) dan merupakan buku kedua dari Wulan Dewatra.

Harmoni - Wulan Dewatra & Ollie
Novel ini terdiri dari dua novela, yaitu Coelho & Us yang ditulis oleh Mbak Ollie dan Sang Angkuli yang ditulis oleh Wulan Dewatra. Buku ini menjadi buku yang mempertemukan aku dengan kedua penulis novel ini. Walaupun agak kurang menikmati dengan Coelho & Us-nya Mbak Ollie, Sang Angkuli dari Wulan Dewatra berhasil membius aku untuk membeli dua bukunya yang lain. Walaupun demikian, bagi penggemar kutipan novel, kutipan-kutipan di novela Mbak Ollie ini bagus-bagus dan menarik. Dan bagi yang bosan dengan kisah cinta yang itu-itu saja, karya Wulan Dewatra ini menurutku tidak biasa. Saking tidak biasanya dan berhasil memaksaku beli buku Memento-nya yang belum masuk rak buku Gramedia. Beruntung petugas gudang mau mengambilkan satu. :")

Setelah jatuh cinta dengan karya Wulan Dewatra, dua novel berikut ini menjadi incaran berikutnya.


Hujan dan Teduh - Wulan Dewatra
Ini adalah novel pertama Wulan Dewatra. Berlabelkan Juara 1 dan endorsement dari Winna Effendi, this novel worth it. Ciri khas Wulan Dewatra adalah ide yang realistis nan kontroversial, dan penggambaran nuansa kelam, cenderung mistis (walaupun nggak mistis-mistis amat). Alurnya maju mundurnya nggak buat pusing. My expectation is paid. Aku berharap banyak setelah membaca Sang Angkuli di Harmoni, dan bingo, semua terbayarkan.

Memento - Wulan Dewatra
Novel Memento adalah karya ketiga dari Wulan Dewatra. Sampulnya menurutku benar-benar mencerminkan gaya penulisnya, misterius. Lagi-lagi nuansa dark yang tidak biasa dihadirkan di sini. Walaupun yang dibahas adalah kisah cinta, believe me, Wulan Dewatra menghadirkan kisah cinta yang tidak biasa, di luar batas ekspetasi. Alurnya wush-wush-wush, cepat, lancar dan mengalir, dan alur yang demikian pula yang membuat cerita di Memento ini sulit ditebak.

Here comes Restart by Nina Ardianti!

Restart - Nina Ardianti

Kisah patah hati dan keharusan seseorang untuk move on. Diksinya mantap dan membuat terbuai. Walaupun ceritanya mengangkat tema urban-life yang memang sedang booming, gaya penceritaannya itu yang bisa memaksa untuk tetap mantap, duduk dan baca halaman demi halaman dari buku tebal ini. Then I'm officially Fedrian Arsjad team. Hoho. Silakan belajar untuk bangkit dari patah hati di kisah cinta dalam novel satu ini. *jleb*

Sixth, masuk ke dalam jajaran penulis favorit, Orizuka.

Infinitely Yours - Orizuka
Novel ini keluar di antara demam Korea yang sedang menyebar di kalangan muda-mudi. Termasuk saya : | . Menceritakan tentang perjalanan Jingga yang korean-freak, Yun Jae dan Rayan. Yang membuat novel ini memiliki nilai tinggi adalah detail setting. Setting-nya lengkap-kap-kap *sok dramatis*. Dan gaya kepenulisan Orizuka memang nggak perlu diragukan lagi. Puluhan novelnya sudah best-seller. Apa lagi yang ditunggu?

Next!

I For You - Orizuka
Novel ini sukses membuatku menitikkan air mata! Beneran, nggak bohong. Kalau bohong puasanya batal(?). Bagi yang hobi kisah cinta menyayat hati dan mengiris-iris perasaan, novel ini harus masuk must-read. Kisah Cessa, Benji dan Surya di sini sukses membuat aku tersedu-sedan. Di kala Cessa dan Benji memang harus tak terpisahkan, Surya datang mengacaukan semuanya. Dan alur cerita selanjutnya pun penuh kejutan.

Selanjutnya ada Versus dari Robin Wijaya

Versus - Robin Wijaya
As I said on my previous review about this book (link), buku ini memiliki genre yang benar-benar berbeda, seakan membuat gebrakan baru dari genre umum novel yang tidak jauh dari cinta-cintaan, novel karya Robin Wijaya macho, gagah, lah, pokoknya. Eksekusi prolog yang tepat sanggup membuatku menuju halaman akhir. Kisah persahabatan antara tiga orang laki-laki dengan berbagai latar belakang, namun saling terkait. Menutup buku ini dengan napas lega.

Penghuni list berikutnya adalah jajaran buku Gagas Debut.

Camar Biru - Nilam Suri (Link Review)
Another book which had already shed my tears. Kelam sekelam-kelamnya, kompleks sekompleks-kompleksnya. Kalau biasanya kisah cinta itu segitiga, dalam novel ini, bertambah satu sudut lagi. Penulisnya tega buat aku menangis jam empat subuh setelah sebelumnya nggak bisa tidur dan membaca buku ini hingga habis. Nilai kekeluargaannya mengharukan. Pembukanya atraktif, PoV orang pertamanya kuat dan membuat pembaca bisa mendalami cerita.

Next is After Rain by Anggun Prameswari.

After Rain - Anggun Prameswari
Novel yang mengajarkan betapa sulitnya melalui perubahan. Seren mungkin memilih untuk tetap merayakan hari jadi dirinya dengan pacarnya, yang merupakan laki-laki dari wanita lain, tapi Seren sudah memilih. Dan ada konsekuensi yang harus ia jalani. Gejolak emosi turun naik akibat alur novel yang demikian. Selalu suka kutipan "patah hati bukan vonis mati"-nya. Move on is indeed hard.

Last but not least, aku memasukkan Unfriend You-nya mbak Dyah Rinni ke dalam daftar 11 buku Gagasmedia yang wajib dibaca versiku.

Unfriend You - Dyah Rinni
Another novel with different ideas. Unfriend You muncul sebagai novel berbasis masalah psikologis remaja. Mengangkat tema bullying, buku ini mengkampanyekan anti-bullying secara tidak langsung. Ceritanya padat dan penokohannya kuat. Buku ini sangat direkomendasikan untuk para remaja dan terkhusus para guru-guru di sekolah untuk lebih aware dengan permasalahan-permasalahan pelik di sekolah. Who knows that the school contains evil?


Secara keseluruhan, sebenarnya, buku mempunyai kisahnya masing-masing untuk diceritakan. Tinggal nilai-nilai yang terkandung dalam cerita itulah yang membedakan kualitas buku bagus dan yang tidak. Tapi pada dasarnya, tentu penulis ingin meninggalkan jejak nilai-nilai kehidupan dalam bukunya. Kembali lagi ke pembaca untuk mengeksekusi, apakah nilai-nilai kehidupan buku tersebut menyentuh diri mereka, atau tidak.

Penulis menyerap nilai-nilai kehidupan di sekitar, yang kemudian dituliskan dalam bentuk buku dengan berbagai jenis. Untuk kemudian dibaca oleh pembaca di semua kalangan dengan harapan kehidupan tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi pembacanya. Buku menceritakan kembali kehidupan di dalamnya pada orang-orang di berbagai lapisan waktu.

Media sekarang tentunya sangat membantu untuk memperpanjang umur dari buku agar bisa dinikmati dimanapun, kapanpun.

Layaknya vampir, buku hidup dalam keabadian. Mungkin wujudnya bisa menghilang perlahan, tapi intisari kehidupan dalam buku tentunya akan terus hidup dalam kenangan.

Ah, entah kapan aku bisa menulis dan meninggalkan jejak keabadian...


Happy 11th birthday, Gagasmedia! ^^



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar