Sabtu, 05 Juli 2014

Review & Blog Tour: Finally You by Dian Mariani

Finally You

Penulis: Dian Mariani (@dianmariani)
Penerbit: Stiletto Book (@stiletto_book)
ISBN: 978-602-7572-28-7
Cetakan I, Juni 2014
Tebal: 275 halaman
Blurp:

Luisa dan Raka, dipersatukan oleh luka.
Luisa yang patah hati setelah ditinggal Hans, memilih menghabiskan waktunya di kantor sampai malam. Bekerja tak kenal lelah. Siapa sangka, ternyata bos di kantornya juga baru putus cinta. Mereka sama-sama mencari pelarian. Mengisi waktu-waktu lengang selepas jam lembur dengan menyusuri jalan-jalan padat ibu kota. Berdua. Membagi luka dan kecewa.
Antara bertahan pada kenangan, atau membiarkan waktu yang menyembuhkan. Baik Luisa ataupun Raka membiarkan hubungan mereka berjalan apa adanya. Hubungan yang dewasa tanpa ungkapan cinta. Mungkin rasa aman dan nyaman bersama kenangan, membuat Luisa dan Raka malas menyesap rasa baru dalam hubungan mereka.
Namun, bagaimana jika seiring berjalannya waktu, Raka mulai benar-benar jatuh cinta ketika Luisa justru sedang berpikir untuk kembali kepada Hans? Ternyata bukan tentang waktu. Bukan juga tentang masa lalu. Ini tentang menemukan orang yang paling tepat untuk hidupmu

"Menurutku, nggak ada gunanya berusaha meraih kembali orang yang udah jelas-jelas nggak mau sama kita lagi." (hal. 117)

Luisa dan Raka sama-sama mengalami masa lalu yang pahit pada diri mereka masing-masing. Masa lalu yang meninggalkan luka. Pertemuannya dengan Hans dan Gina di suatu mal, bergandengan tangan, membuat hatinya pilu. Semudah itu Hans melupakannya dan beralih pada wanita lain?

Raka ditinggalkan begitu saja oleh Saskia. Ia kalah dibandingkan Bruce, lebih mapan dan lebih dewasa. Namun Saskia tidak begitu saja melepaskan Raka. Walaupun sudah putus, mereka tetap bertemu, bermesraan, namun hanya ada rasa cinta dari sisi Raka, tidak dari Saskia.

Masa lalu keduanya sama-sama tidak mengenakan. Siapa yang ingin jika ditinggalkan orang terkasih? Perjalanan cinta Luisa dan Hans berlangsung selama empat tahun. Begitu pun dengan Raka yang sudah menjalin kasih dalam waktu yang lama. Bohong bila kenangan-kenangannya tak membekas.

Luisa dan Raka adalah teman satu kantor yang menempati satu lantai. Yang membedakan adalah jabatan Raka yang lebih tinggi dari Luisa. Pertemuan awal mereka adalah ketika Raka berusaha menolong Luisa yang tengah dilanda rasa sakit akibat pemandangan tak mengenakan.

Mereka akhirnya dekat. Merasa nyaman, sampai akhirnya merajut kasih sayang.

Tak ada yang bisa mencegah dia muncul di hadapan kita. Masa lalumu sudah terjadi, dan itu bukan salahmu. Tak ada yang bisa menghapus masa lalu. Bukan salahmu kalau dia masih begitu menginginkanmu. (hal. 138)

But it doesn't simply reach the happiness.


Hans dan Saskia masing-masing kembali ke kehidupan Luisa dan Raka. Seperti mendapatkan pencerahan, mereka masing-masing mengakui perasaan tulus yang mereka rasakan. Hans mencintai Luisa seperti yang lalu. Dan Saskia pun sama terhadap Raka. Luisa dan Raka kini dihadapkan pada persimpangan jalan, yang sayangnya jalan tersebut hanya bisa memuat masing-masing satu orang saja.

"Jangan menikah karena harus. Menikahlah karena ingin. Ingin dan yakin." (hal. 236)

Luisa menyadari kasih sayang tulus Hans padanya. Sementara Saskia terus mengejar Raka.


 The content is easy-read. Menghabiskan buku ini hanya memakan waktu kurang lebih tiga jam (untuk yang nggak kerjaan kayak aku). Yang bikin novel ini meningkat nilainya adalah karakternya nggak ada yang benar-benar sempurna.

Easy-read yang kumaksud di sini ada dua hal, yaitu mudah dicerna, dan yang satu lagi, cukup mudah ditebak. Walaupun demikian, penulisnya cukup cekatan untuk menyelipkan konflik-konflik yang dengan mudahnya membuat aku sempat berubah pikiran terhadap akhir cerita tokoh-tokohnya. Masih ada kejutan-kejutan dalam cerita LuisaxHans, RakaxSaskia.

Dibalik ke-enjoyable-an ceritanya, dalam naskah masih terdapat kesalahan-kesalahan teknis, seperti kata bahasa Inggris di halaman 16, penggunaan huruf besar kecil pada halaman 133 dan font pembeda pada halaman 191.
Ternyata bukan tentang waktu. Bukan juga tentang masa lalu. Ini tentang menemukan orang yang paling tepat untuk hidupmu.
Overall, pembaca akan menemukan banyaaak sekali quotable words yang bisa mewakili perasaan karena perasaan galau hampir mendominasi. Pelajaran kedewasaan yang disampaikan juga patut diacungi jempol. Dan yang pasti, nilai kesetiaannya perlu ditiru.

Rating: 3/5

GIVEAWAY!



Sudah baca review-nya? Resapi dan dalami. Sambil meresapi dan mendalami, baca giveaway rules-nya dulu, ya:

1. Follow blog ini lewat widget "Join This Site" (Google Friend Connect) di deretan sebelah kanan.
2. Follow Twitter @putrikn dan @Stiletto_Book.
3. Share link blog tour dan giveaway ini di Twitter. Jangan lupa untuk mention akunku @putrikn, @Stiletto_Book dan @dianmariani. Hastag #FinallyYou-nya juga jangan lupa, ya. ;)
4. Jawab pertanyaan berikut:

"Ketika orang di masa lalu, dan di masa sekarang, sama-sama bernilai dan berharganya di matamu, yang mana yang akan kamu pilih? Apa alasannya?"

P.S: Orang di masa sekarang, belum tentu lebih baik dari yang lalu. Begitupun sebaliknya.

5. Silakan jawab pertanyaan berikut dengan hati yang terdalam. Karena hati tidak pernah berbohong. ;) Jangan lupa untuk tinggalkan jawabannya di kolom komentar di bawah postingan ini, ya.
6. Sebelum meninggalkan jawaban, silakan meninggalkan data-data berikut:

Nama:
Link share:
Nama di Google Friend Connect:
Twitter:
Domisili:

7. This is the last giveaway of Finaly You Blog Tour yang akan berlangsung mulai tanggal 6 hingga 8 Juli 2014. Pastikan kalian meninggalkan jawaban kalian. Akan dipilih dua jawaban yang menarik untuk mendapatkan 2 buku Finally You gratis dari Stiletto Book. Siapa tahu jawaban kalian akan membawa kalian bertemu dengan buku kece satu ini. ;)

Ready to confess here, now? ;)

15 komentar:

  1. Nama: Intan Puspitasari
    Link share:https://twitter.com/yogianputri/status/485720657724862464
    Nama di Google Friend Connect:Intan Puspitasari
    Twitter:@yogianputri
    Domisili:Bekasi

    Saya lebih memilih orang di masa sekarang saya. Karena, orang di masa sekarang itu sudah jelas. Dia ada bersama saya sekarang dan saya mengetahui bagaimana dia sekarang. Sekali pun dia tidak lebih baik dibandingkan dengan orang di masa lalu saya. Yang penting sekarang dia ada. Dan saya yakin jika orang di masa sekarang saya benar-benar menganggap saya berharga, ia pasti akan mengusahakan diri semaksimal mungkin untuk bisa menjadi apa yang saya harapkan.
    Sedangkan orang di masa lalu yang sangat berharga bagi kita tidak ada untuk kita sekarang. Dan siapa yang tahu sekarang dia sudah berubah menjadi yang sangat tidak saya harapkan. Jadi, saya lebih memilih orang di masa sekarang saya daripada harus mencari kembali orang di masa lalu yang belum pasti belum jelas keadaannya di masa sekarang.

    BalasHapus
  2. Nama: Anis Puspita Sari
    Link share: https://twitter.com/anispuspitasary/status/485746042562818049
    Nama di Google Friend Connect: Anis Puspita Sari
    Twitter: @anispuspitasary
    Domisili: Yogyakartaw

    Saya akan memilih orang di masa sekarang. Karena dia merupakan orang pilihan Tuhan yang paling baik dibanding orang di masa lalu. Dia adalah penuntun menuju masa yang akan datang karena dia ada di hadapan saya. Dan ketika saya rapuh, maka orang di masa sekaranglah yang menopang, menguatkan, hingga saya kembali bangkit.
    Sedangkan dia yang ada di masa lalu, takkan mungkin berperan selayaknya dia yang ada di masa sekarang. Orang masa lalu hanya akan membawa saya menuju sejarah yang berlapis banyak kisah dan semua hanya berjalan secara abstrak karena apa yang terjadi dulu tak mungkin kembali di masa sekarang.
    Saya yakin apapun dan bagaimanapun orang di masa sekarang adalah pelita hati. Dialah yang kini menerangi dan terus terang benerang hingga cahayanya pun padam.

    BalasHapus
  3. Nama: Biondy
    Link share: https://twitter.com/biondyalfian/status/485727701810966528
    Nama di Google Friend Connect: Biondy
    Twitter: @biondyalfian
    Domisili: Surabaya

    Pilih yang ada di zaman sekarang. Soalnya gimana juga, yang lalu sudah berlalu. Lebih baik menghargai apa yang ada sekarang daripada tenggelam di masa lalu.

    BalasHapus
  4. "Ketika orang di masa lalu, dan di masa sekarang, sama-sama bernilai dan berharganya di matamu, yang mana yang akan kamu pilih? Apa alasannya?"

    Aku pilih di masa sekarang. Memang di masa sekarang belum tentu baik dari masa lalu. Namun, untuk apa kita menggantungkan diri kita pada masa lalu? Jika orang yang di masa lalu sudah tak memikirkan dan menganggap kita berharga, untuk apa kita mempertahankannya?
    Prinsip aku, jangan bertumpu pada masa lalu. Karena memikirkan masa lalu tak akan ada habisnya. Justru kita mesti memikirkan masa sekarang. Yang jelas-jelas ada di depan mata.
    Seperti pada masa lalu, kita mengagung-agungkan orang yang kita sayangi. Namun, akankah orang itu bersedia menemani kita sampai akhir? Jujur, aku realistis aja. Masa lalu dan sekarang itu beda. Selama di masa lalu, pasti kita punya kenangan baik dan juga buruk. Dan itu perlu jadi pertimbangan.
    Tapi yang terpenting, orang itu masih punya rasa nggak ke kita. Cobalah membuka lembaran baru untuk masa sekarang. Toh, semuanya sudah Tuhan yang mengatur. Jika Tuhan menghendaki kita bersama orang di masa lalu, why not? Tapi jika Tuhan menghendaki kita bersama orang yang di masa sekarang, kita juga mesti terima. Menurut saya, pemikiran kita tak akan maju jika terus-menerus memikirkan orang itu di masa lalu. Yang ada kita galau mulu..hehe. So, we have to MOVE ON and go a head!

    Nama: Nurdiani Soffa
    Link share: https://twitter.com/feicloudsm/status/485818339550183426
    Nama di Google Friend Connect: Nurdiani Soffa
    Twitter: @feicloudsm
    Domisili: Bekasi

    BalasHapus
  5. Bismillah..ikutan! ^^

    Pertanyaan: "Ketika orang di masa lalu, dan di masa sekarang, sama-sama bernilai dan berharganya di matamu, yang mana yang akan kamu pilih? Apa alasannya?"

    Jawaban: Saya pilih orang yang berharga di masa sekarang :)
    Saya tau, saya sangat atau bahkan lebih menyukai yang masa lalu, karena kenanganku lebih lama, lebih banyak masa-masa aku merindukannya.
    Saya juga tau, saya masih mendukung apapun yang ia lakukan sampai sekarang, tak kalah hebat dari apa yang saya lakukan untuk orang di masa sekarang..
    Tapi saya sudah merelakan orang di masa lalu pergi :) melalui jalan panjang disaat aku merindukannya, aku sudah belajar untuk merelakan dan mendukung apapun yang dilakukannya. Tidak mengurangi sedikitpun rasa sayangku padanya, hanya belajar untuk menyayangi apapun jalan pilihan orang yang aku sayangi. Dan namanya merelakan, saya sudah menganggapnya sebagai hiasan hati. tak perlu memiliki, hanya memandang, seketika saya akan tersenyum :)
    Sementara Saya berusaha memberikan separuh hati saya yang lain untuk orang di masa sekarang.
    Sama berharganya, tapi yang ini telah mengajariku menjadi orang baru, sisi yang aku sukai. Dan karena apa yang aku tanam dulu, akan berbuah sekarang, Aku percaya kecintaanku pada orang masa lalu membawaku memilih dan mencintai orang di masa sekarang. Orang yang lebih baik, orang yang mampu menuntunku. Orang masa lalu memperkenalkan padaku tentang cinta, orang masa sekarang mengajariku bagaimana caranya mencintai. Karena itu, aku mendedikasikan hidupku pada apa yang kucintai sekarang dengan cara yang ia ajari :)

    Nama: Ade Aprilia Puspayanti
    Link share: https://twitter.com/Dephiil119/status/485863224491778048
    Nama di Google Friend Connect: Ade Phia
    Twitter: @Dephiil119
    Domisili: Denpasar

    BalasHapus
  6. Nama : Cantya Dyana Larasati
    Link share: https://twitter.com/cilcantya/status/485994854426501120
    Nama di Google Friend Connect: Cantya Dyana Larasati
    Twitter: @cilcantya
    Domisili : Kudus

    Ikutan giveaway ya kak :)

    jawaban aku :
    kalo ada 2 orang yang sama-sama berharga di hidup aku, yang pertama dari masa lalu dan yang kedua dari masa depan lalu aku disuruh milih antara mereka aku bakal milih yang dari MASA DEPAN kak :) Alasannya sederhana aja, kalo emang yang dari masa lalu itu berharga dan secara otomatis aku juga berharga buat dia, maka tidak akan hadir orang dari masa depan itu :)

    terima kasih kakak ^^
    semoga menang #tebargaram dimana-mana :))

    BalasHapus
  7. "Ketika orang di masa lalu, dan di masa sekarang, sama-sama bernilai dan berharganya di matamu, yang mana yang akan kamu pilih? Apa alasannya?"
    Jawaban : Karena saya seorang muslimah, saya akan melakukan solat istikharah dulu karena ini berhubungan dengan pendamping hidup saya. Allah SWT pasti akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan ^_^

    Nama: ailina
    Link share: https://twitter.com/ailina85/status/485990852808822784
    Nama di Google Friend Connect: GFC ya mbak pake nama ina ^_^
    Twitter: @ailina85
    Domisili: Probolinggo

    BalasHapus
  8. Nama: Deasy Dirgantari Sasongko
    Link share: https://twitter.com/deasyds/status/486051577157808128
    Nama di Google Friend Connect: Deasy Dirgantari S
    Twitter: @deasyds
    Domisili: Solo (Surakarta)

    Aku pilih orang di masa sekarang. Bagaimanapun hidup itu maju dan waktu gak kembali ke belakang. Walaupun orang masa sekarang itu mungkin bisa aja gak lebih dari yang lalu ataupun sebaliknya, tapi pasti ada alasan kenapa ada yang namanya orang masa lalu dan gak setia nemenin sampai masa sekarang. Jadi, menurut aku lebih baik menjalani hidup sama orang di masa sekarang dengan ups and downs-nya. Aku baru mau memilih orang masa lalu kalau dia sama-sama memperjuangkannya lagi sama aku sehingga kita bisa sama-sama jadi orang masa sekarang (nah loh?). Intinya gini, yesterday is history (yang memang harus tetap dihormati), tomorrow is mystery, and today is a gift. Aku lebih pilih ngambil hadiah-hadiah (yang memang gak selalu bagus dan seperti yang diharapkan), dibanding pusing terjerumus di sejarah masa lalu.

    BalasHapus
  9. Nama : Siti Nur
    Link share :
    https://twitter.com/SitiiNur_/status/486171296288362498
    Nama di Google Friend Connect :
    Siti Nur
    Twitter : @SitiiNur_
    Domisili : Makassar (SulSel)


    ....

    Yang aku pilih adalah orang di masa sekarang. Kenapa? Yah, karena orang di masa lalu hanya lah masa lalu. Orang yang ngebahagiain kita di masa sekarang pasti orang di masa sekarang. Bukan di masa lalu. Dan mungkin orang di masa lalu itu telah menyakiti kita Tapi, meskipun saya memilih orang di masa kini, orang di masa lalu tidak akan saya benci. Saya akan tetap berteman dengannya,bersikap ramah, dan tidak menyakitinya. Kenapa? Karena dulu dia telah membahagiakan saya,meskipun sekarang tidak lagi. Orang masa kini hadir karena orang di masa lalu menghilang. Jadi, menurut saya, orang di masa kini lebih berharga. Saya pun tidak akan menyia-nyiakan orang di masa kini. Intinya, masa lalu biarlah berlalu. Masa lalu yah masa lalu, kita harus mencoba mengakhirinya. Memang kita mencintainya, tapi di masa sekarang bukankah ada yang berharga dan mencintai kita juga? Orang di masa kini adalah orang yang hadir dalam hidup kita. Dia selalu menemani kita saat kita bersedih, bahagia, dan semacamnya. Dia yang selalu ada untuk membantu kita, memberi kita kasih sayang dan mencintai kita setulus hati. Orang di masa lalu telah menyakiti kita, meninggalkan kita. Jika dia tidak pergi, orang di masa sekarang mana mungkin hadir? Sekalipun kita mencintai kedua nya, kita harus belajar melepaskan salah satu diantara nya. Jika saya, saya lebih memilih melepaskan orang di masa lalu. Meskipun itu sulit, kenapa sulit? Karena orang di masa lalu telah membuat kita bahagia di masa lalu. Membuat kita merasakan yang namanya Cinta. Tapi, yang lalu biarlah berlalu. Sekarang ada yang lebih berharga, dan dia juga pasti sangat membutuhkan kita. Orang di masa kini. Orang yang membuat kita bahagia, orang yang membuat kita melupakan kesedihan di masa lalu. Memang sangat sulit jika kita harus melupakan salah satu diantaranya. Sulit melepaskan orang yang kita cintai, tapi, ini adalah pilihan. Secara perlahan, kita pasti bisa melupakannya. Melupakannya. Karena kita sudh memiliki kebahagiaan lain.

    Inilah cinta. Penuh perjuangan. Namun, kalau memang dia adalah jodoh kita, waktu akan mempertemukan kita dengan jodoh kita. Jika memang orang di masa sekarang juga akan meninggalkan kita, masih ada orang di masa depan yang akan menghampiri kita. Percayalah.
    Takdir yang akan menentukannya. Tuhan telah mengatur semuanya, bukan?

    Sekian dari saya:)
    makasih

    BalasHapus
  10. Wah..sungguh pertanyaan yang membuat setiap orang dilema. Pastinya!! Siapa sih yang nggak dilema jika menyangkut dua pilihan yang sama pentingnya. Di lain sisi kita harus memilih satu diantaranya karena tidak mungkin untuk memiliki keduanya apalagi ini tentang sesosok orang yang akan mendampingi kita. Dan ketika situasi seperti ini harus saya hadapi maka langkah pertama yang saya ambil yaitu 'mempertimbangkan' sebanyak-banyaknya hal.

    Saya pernah menonton sebuah adegan drama dimana seorang tokoh bertanya pada tokoh lainnya(seorang wanita) "Mana yang kamu pilih pria yang akrab denganmu atau pria membuat hatimu berdebar?" Dia menjawab pria yang membuat hatinya berdebar. Hal itu juga berlaku padaku. Saya termasuk orang yang akan memilih pria yang terhadapnya saya memiliki 'perasaan'. Tapi bagaimana jika memiliki perasaan pada kedua orang tersebut-orang yang ada di masa lalu dan orang yang datang kemudian (masa sekarang)?? Saya akan memilih orang di masa sekarang.
    Johnny Depp berkata "If you love people at the same time, choose the second one. Because if you really loved the first one,you wouldn't have fallen for the second". Berlandaskan quote itu saya akhirnya memilih orang yang datang kemudian..orang di masa sekarang. Saya yakin dalam hati bahwa ketika saya mengizinkan seseorang datang mengisi hidup saya di masa sekarang,sementara separuh hati saya masih tinggal di masa lalu, itu hanya karena saya memiliki keyakinan untuk menjalani hidup kedepan bersama orang yang ada bersama dengan saya sekarang. Dan saya yakin semakin lama perasaan terhadapnya akan semakin dalam. Mungkin orang di masa sekarang belum tentu lebih baik tapi dengan cinta yang besar itu cukup untuk membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih baik.

    Masa lalu diperuntukkan hidup di masa lalu. Saya dan kalian tidak seharusnya selalu menoleh kebelakang dan tinggal disana, tetapi harus maju ke depan. Sesekali menoleh untuk belajar dari kesalahan masa lalu..itu boleh tetapi tidak untuk tinggal.

    Nama : Delviyana Sariri
    Link share: https://twitter.com/_chocolatedelvi/status/486088745926397953
    Nama di Google Friend Connect: Delviyana Sariri
    Twitter: @chocolatedelvi
    Domisili: Makassar

    BalasHapus
  11. Nama: Nurul Aria
    Link share: https://twitter.com/rulachubby/status/486345619548557312
    Nama di Google Friend Connect: Nurul Aria
    Twitter: @rulachubby
    Domisili: Jakarta

    "Ketika orang di masa lalu, dan di masa sekarang, sama-sama bernilai dan berharganya di matamu, yang mana yang akan kamu pilih? Apa alasannya?"

    Honestly, gue akan milih orang yang ada di masa sekarang. Even orang yang di masa lalu lebih baik dari yang ada di masa sekarang, gue akan tetep milih yang di masa sekarang. Mungkin karena salah satu prinsip gue juga kali ya, "Ga ada yang namanya balikan sama Mantan". Past is just a past. Kesalahan yang udah pernah kita perbuat di masa lalu, jangan sampai terulang lagi di masa sekarang. Karena, masa lalu itu adalah pengalaman, agar kita bisa lebih baik di masa mendatang.

    that's my answer.

    BalasHapus
  12. Nama: Dwi Aryanti
    Link share: https://twitter.com/DwiAryanti/status/486352241519898625
    Nama di Google Friend Connect: Dwi Aryanti
    Twitter: @DwiAryanti
    Domisili: Depok

    Langkah awal adalah saya akan sholat istikharah, sebagai seorang muslim saya pasrahkan hidup ini kepada Allah. Karena hanya Allah yang tahu mana yang terbaik untuk hambanya. Belum tentu yang kita anggap baik ternyata memang baik untuk kita dan sebaliknya.

    Tapi, kalau hati saya boleh memilih, saya lebih pilih orang di masa sekarang. Karena kalau kita berharga bagi orang masa lalu, kita tidak akan bertemu dengan seseorang di masa sekarang. Kalau kita cukup berharga bagi seseorang di masa lalu, kita akan dijaga dilindungi dihargai dan akan terus diperjuangkan masuk dalam kehidupannya, namun kenyataannya kita dibiarkan bebas, bebas memilih bebas melanjutkan hidup tanpanya. Seseorang masa lalu pastinya memberikan kenangan untuk kita, bahkan mungkin bisa lebih indah daripada masa sekarang namun biarlah tersimpan di salah satu sudut hati, untuk dijadikan hikmah bagi masa depan saya dengan seseorang di masa depan.

    BalasHapus
  13. “Ketika orang di masa lalu, dan di masa sekarang, sama-sama bernilai dan berharganya di matamu, yang mana yang akan kamu pilih? Apa alasannya?”
    Saya memilih orang di masa lalu (ehm kayaknya dari semua komentar, cuman saya yang jawab begini yak). Mungkin beberapa berkata bahwa saya ga bisa move on atau terlalu berharap. Tapi coa saya jelaskan. Ketika seorang di masa lalu itu pergi, bukan berarti karena hal yang buruk kan? di catatan tambahan pertanyaan diatas juga disebutkan bahwa Orang di masa sekarang, belum tentu lebih baik dari yang lalu. Begitupun sebaliknya. Saya ambil contoh sebuah senario ya. Begini, cowok A menyukai gadis B. mereka dekat bahkan bisa dikatakan layaknya kekasih meski belum terucap cinta. Si A memiliki prinsip tidak akan mengatakan cinta, karena ia masih akan mengejar cita-cita sebagai dokter dan membuktikan kepada si B dan keluarga, bahwa ia merupakan pria sejati dan memiliki masa depan cerah untuk kemudian langsung melamar. Lalu dia pergi ke daerah terpencil untuk menjalani tahap akhir sbg dokter dan meninggalkan si B sementara waktu. Lalu kemudian datang cowok C yg juga dekat dgn si B kemudian langsung menyatakan cinta. Si C ini masih pengangguran namun bisa membuat si B nyaman. lantas siapa yang harus dipilih ketika kemudian si A kembali lagi? Well, skenario ini saya pilih karena jika saya menjadi B, saya akan memilih A. memang si A meninggalkan si B dan ada si C yang menggantikan. Namun dilihat dari sudut pandang masa depan, si A jauh lebih pantas berdampingan dengan si B. toh si B juga sama-sama menyukai keduanya. Tidak munafik bahwa kemapanan adalah hal krusial bagi hidup berumah tangga *asek*
    Dari sini saya mendapat satu hal. Masa lalu dan masa sekarang akan dirasa berharga sesuai porsi masing-masing. Namun apabila masa lalu masih membayangi hingga masa sekarang, bisa dikatakan bahwa masa lalu itu belum bisa mengalahkan masa sekarang. Saya tidak berkata bahwa yang masa sekarang itu lebih buruk. Namun, jika orang masa lalu itu tetap membekas, maka diperlukan waktu yang lama untuk orang masa sekarang melakukan hal sama terhadap saya. Lagian, tidak menutup kemungkinan orang masa sekarang tidak akan melakukan kesalahan kan? :)

    Nama: Rico Martha
    Link share: https://twitter.com/richoiko/status/486365150467731456
    Nama di Google Friend Connect: Rico Martha
    Twitter: @richoiko
    Domisili: Blitar

    BalasHapus
  14. Nama: Anis Antika
    Link share: https://twitter.com/AntikaAnis/status/486375991946649602
    Nama di Google Friend Connect: Anis Antika
    Twitter: @AntikaAnis
    Domisili: Surabaya

    Aku akan lebih memilih orang di masa sekarang. Karena dia sejauh ini nggak pernahbmenyakitiku sedikit pun. Dia juga sangat mencintaiku, menginginkanku, selalu ada untukku, dan selalu melindungiku. Walaupun aku tidak merasakan demikian. Tapi, aku tidak mau kehilangan orang sebaik dia.

    Sedangkan masa laluku, kalau dulu saja dia bisa menyakitiku, apa bedanya dengan sekarang? Aku tidak mau mempertaruhkan hatiku untuk luka yang sama. Walau sejujurnya aku masih cinta dan masih menginginkannya. Tapi, bukankah masa lalu tempatnya dibelakang. Jadi, biarkan dia tetap pada tempatnya.

    Yang harus aku lakukan sekarang adalah merelakan dan mengikhlaskan masa lalu, dan menerima sepenuhnya dia di masa sekarang. Karena hidup itu bukan tentang masa lalu. Melainkan tentang menjalani masa sekarang dan berusaha meraih masa depan.

    BalasHapus
  15. Nama: Bayu Nurcahyo
    Link share: https://twitter.com/bayu_nomad/status/486519800667975683
    Nama di Google Friend Connect: Bayu Nomaden
    Twitter: @bayu_nomad
    Domisili: Yogyakarta

    “Ketika orang di masa lalu, dan di masa sekarang, sama-sama bernilai dan berharganya di matamu, yang mana yang akan kamu pilih? Apa alasannya?”

    Aku pilih masa lalu, karena dia yang terbaik menurut aku dan juga bernilai dan berharga bagiku maka akan ku kejar dan berikhtiar. mungkin betul dengan prinsip move on, tapi untuk lanjut ke tahap move on menurut ku ada syarat penting, dan itu bukanlah karena kita disakiti atau menyakiti. Kenapa bukan itu? karena jalan maaf masih ada selama kita masih mencari, pintu maaf bisa terbuka selama kita mengetuknya, dan jembatan maaf akan terbangun selama kita saling intropeksi.

    lalu apa syarat move on nya, ya cuma satu ketika dia yang dimasa lalu sudah benar-benar menutup semua jalan untuk kembali dan tak ada komunikasi. Jadi selama syarat move on itu belum terpenuhi aku akan tetap memilih dia dimasa laluku. dengannya pun aku masih bisa merangkai masa depan bersama.

    BalasHapus