"Books are vampires. Thirsty of human's life, then live in eternity. Telling stories that never be questionable."
The sentences above are basically my thought. Bagiku, buku bisa dianalogikan sebagai vampir yang haus akan darah manusia. Tapi buku tidak mengisap darah, tentu saja. Mereka mengisap intisari kehidupan manusia-manusia, lalu menjadikannya kekal. Selayaknya vampir yang hidup kekal, kehidupan buku juga tidak lekang oleh waktu. Vampir akan menceritakan kisah yang tak pernah diragukan kebenarannya. Yeah, they had live a long life. Buku pun begitu.
Gagasmedia adalah salah satu penerbit buku populer yang sudah berdiri sejak 4 Juli 2003, dan sesuai dengan definisinya, buku-buku yang diterbitkan Gagasmedia tidak jauh dari kata populer.
I'm one of this publisher's reader. Di antara banyak buku yang sudah diterbitkan, these are my recommendation list. Terdiri dari 11 buku yang harus dibaca, sesuai dengan tagline ulang tahun Gagasmedia #11TanpaBatas. Buku Ai yang dituliskan oleh Winna Effendi adalah buku pertama yang aku baca.
| Ai - Winna Effendi (sampul lama) |
Merasa berjodoh sama buku ini karena waktu SMA, I was a Japan freak! Dan sekarang juga masih. Desain sampulnya sangat kental akan nuansa Jepang. Kisah persahabatan dua orang yang kompleks, Ai dan Sei, yang akhirnya harus diombang-ambingkan oleh kehadiran Shin, murid pindahan. Idenya sih, sudah banyak digunakan. Antara persahabatan dan cinta. Tapi potongan-potongan kisah menuju cintanya itu patut diacungi jempol dan menarik. Siap-siap dibuat terenyuh dengan kedewasaan dan kebesaran jiwa Sei di sini. Cerita yang disuguhkan dari dua sudut pandang dalam novel inilah yang dapat mengombang-ambingkan perasaan. Walaupun ini cerita dengan latar belakang Jepang, novel ini bisa dinikmati semua kalangan.
Next is Harmoni, kumpulan dua novela yang ditulis oleh penulis kawakan, Aulia Halimatussadiah (Ollie) dan merupakan buku kedua dari Wulan Dewatra.
![]() |
| Harmoni - Wulan Dewatra & Ollie |
Novel ini terdiri dari dua novela, yaitu Coelho & Us yang ditulis oleh Mbak Ollie dan Sang Angkuli yang ditulis oleh Wulan Dewatra. Buku ini menjadi buku yang mempertemukan aku dengan kedua penulis novel ini. Walaupun agak kurang menikmati dengan Coelho & Us-nya Mbak Ollie, Sang Angkuli dari Wulan Dewatra berhasil membius aku untuk membeli dua bukunya yang lain. Walaupun demikian, bagi penggemar kutipan novel, kutipan-kutipan di novela Mbak Ollie ini bagus-bagus dan menarik. Dan bagi yang bosan dengan kisah cinta yang itu-itu saja, karya Wulan Dewatra ini menurutku tidak biasa. Saking tidak biasanya dan berhasil memaksaku beli buku Memento-nya yang belum masuk rak buku Gramedia. Beruntung petugas gudang mau mengambilkan satu. :")
Setelah jatuh cinta dengan karya Wulan Dewatra, dua novel berikut ini menjadi incaran berikutnya.
