Tampilkan postingan dengan label Inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspiration. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Agustus 2014

#LetterstoAubrey from Kak Putri - Take Your Time


Dear Ubii,

Salam kenal, Ubii. Sebelumnya, Kak Putri mau ngucapin selamat ulang tahun yang ke-2, ya. Semoga senyum Ubii bisa terus menyinari mommy dan daddy-nya, plus para kakak, para tante dan para orang tua lain di luar sana yang setia memantau perkembangan Ubii dari jauh.

Dear Ubii,

Kakak sangat percaya kalau manusia sudah punya waktunya sendiri-sendiri. Dan setiap pergerakan yang kita lakukan sesungguhnya sudah digariskan sama Tuhan, tidak lebih dan tidak kurang. Jarum detik akan terus berjalan, menggerakkan jarum menit, lalu keduanya akan mendorong jarum jam. Lalu jam berubah menjadi hari, bulan, kemudian tahun. Dan aktivitas yang kita sehari-hari lakukan sudah ditentukan oleh Tuhan per detiknya, per menitnya, per jamnya. Pasang surut Mami dan Papi Ubii pun begitu. Beruntung kamu, Bii. Mami Papi kamu begitu sayang padamu. Ada begitu banyak orang di luar sana yang sudah jatuh karena sudah terlalu larut dalam surut. Beruntungnya kamu, Bii. Mami Papi kamu itu true heroes.

Dear Ubii,

Dalam kehidupan Kakak, Kakak punya waktu sendiri untuk berkembang: kapan Kakak harus mulai bicara, duduk, berdiri, lalu jatuh, kapan harus mulai menangis lalu mengembangkan senyum, kapan harus merasa seperti anak kecil sampai kapan harus menanggapi sesuatunya dengan dewasa. Ubii pun begitu. Ubii menangis, tapi ada saatnya ketika Ubii memahami Mami Grace lebih dari apapun sehingga Ubii tidak rewel sama sekali. Ubii tahu saatnya bermanja, lalu Ubii pun tahu kapan harus berhenti dan mulai berjuang tanpa kenal lelah. Mungkin Ubii memang berkembang tahap demi tahap, tapi di balik itu pula ada makna besar yang secara tidak langsung mengajarkan betapa bahagia itu sederhana.

Rabu, 20 November 2013

No More Hiding, No More Jealousy

Since I was in kindergarten, Mama sering bercerita bahwa beliau sangat menyukai menari. Beliau tidak bilang kalau ia cukup handal dalam bidang ini, namun dari foto-fotonya saat zaman belia dulu, aku yakin beliau adalah penari yang hebat.

Buah tak jatuh dari pohonnya, aku pun mulai menggeluti seni tari. Dari TK, aku sudah memberanikan diri untuk ikut dalam grup tari yang dibina oleh guru seni. Dan hal yang lama-kelamaan ini menjadi hobi, terus berlanjut. Di bangku sekolah dasar, aku ikut aktif dalam ekstrakulikuler tari. Ibu Diah adalah pelatihku selama lima tahun aku menimba ilmu di salah satu sekolah dasar negeri di daerah Puspitek.

Menginjak SMP, aku berhenti. Bukannya aku menyerah. Bukan. Tapi memang tidak ada ekskul di SMP-ku saat itu yang bisa menaungi minatku. Beruntungnya, teman-teman komplek rumah masih ada yang satu minat, sehingga tak jarang kami turut meramaikan acara-acara yang diadakan oleh pengurus RT kami.

Waktu berlalu dan aku menginjakkan kaki di bangku SMA. Aku harus angkat kaki dari SMA di daerah Tangerang Selatan yang setahun kutempati karena urusan keluarga. Padahal ada begitu banyak cabang tarian yang bisa kuikuti.

Tapi Tuhan sepertinya memang tidak akan pernah benar-benar memisahkan dari dunia seni itu.

Selasa, 19 November 2013

Another Writing Virus to be Inspired For.

So, I've been following Kak Sindy & Kak Anastasye's writing project called #FF100Kata selama dua minggu (7-21 November 2013). Awalnya berniat untuk nantangin diri sendiri, karena selama ini susah banget konsisten sama yang namanya nulis, naskah yang niatnya mau dikirim pun terbengkalai tak bernyawa dalam folder.

Tapi!

Setelah 'memaksakan' diri untuk terus ikut sampai hari terakhir ini, pintu hati(?) sedikit terbuka: "Ternyata bisa juga konsisten".

Aku dipercaya teman virtual di Facebook untuk mengasuh sebuah grup menulis, di bawah naungan fanpage yang sudah sangat terkenal di dunia fiksi fans khusus boyband Super Junior (link). Mereka membuat sub-page dengan nama SJFF Academy yang visinya adalah untuk menyebarkan virus menulis dan menampung para author per-fanfiksi-an untuk menimba ilmu di sana.