Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Agustus 2014

Review: Dance For Two by Tyas Effendi

Dance for Two
Penulis: Tyas Effendi (@tyaseffendi)
Penerbit: Gagasmedia (@Gagasmedia)
ISBN: 9797806723
Tebal: 238 halaman
Cetakan pertama, 2013
Blurp:

Dear Editor,
Saya terjebak dalam cerita yang saya mulai sendiri. Saya selalu membiarkanmu mengacaukan kata-kata yang sudah saya urutkan, membiarkanmu memenggal kepala huruf-huruf yang sudah berbaris rapi itu. Saya pun menikmti setiap cara yang saya lakukan untuk merangkainya kembali, lalu menyusunnya menjadi mozaik baru yang kamu suka.
Ini tentangmu, percayalah. Bagian mana dari dirimu yang tidak saya tahu? Tak ada satu celah pun yang terlewat; setiap potong kehidupanmu adalah gambaran paling jelas yang tersimpan dalam benak saya. Setiap langkahmu adalah jejak tanpa putus yang tercetak di atas peta saya.
Saya tidak ingin selamanya menjadi rahasia.
Saya hidupkan kamu dalam cerita.

Kamu bisa mengenang sebelum benar-benar melupakannya. (hal. 22)
Cerita cinta dengan latar dua tempat yang bermil-mil jauhnya, Kopenhagen dan Yogyakarta. Dikisahkan Caja Satyasa Hasan, perempuan naif yang memutuskan untuk menjadi a-long-time-secret-admirer-nya Albizia Falcataria, laki-laki dengan kamera yang namanya berasal dari nama latin pohon jeunjing. Al-nama kecil Albizia-tidak mengenal Satya. Namun bagian Al mana yang dapat laki-laki itu sembunyikan dari Satya?

Diawali dengan pertemuan di Danau Sortedams yang setengah beku di awal musim dingin. Pemandangan angsa yang tengah bergerumul menarik minat Al untuk mengarahkan lensa kameranya dan menekan tombol rana untuk mengabadikan pemandangan itu. Satya pun ada di sana, mengacaukan pemandangan indah yang diinginkan Al dengan menebarkan makanan sehingga formasi para angsa itu berantakan. Namun Al tidak kecil hati. Ia mendekat, menembus lapisan tipis danau beku itu, sampai akhirnya ia terjatuh. Lapisan danau tidak kuat menahan beban tubuhnya. Beku pun tak segan-segan menyerang tubuh Al, dan kamera kesayangannya.

Jaket wol Satya menjadi penyelamat sementara bagi Al. Janji untuk mengembalikan segera pun terucap. Namun sebagian memori Al seketika lenyap. Al tertabrak mobil. Kepalanya mengalami pendarahan.

Dan tahun pun berlalu. Al kembali ke Jakarta, meninggalkan Satya yang masih terus merahasiakan jejaknya.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Review: Fantasy by Novellina A.

Fantasy
Love doesn't conquers all, faith does.

Penulis: Novellina A. (@novellinaapsari)
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (@Gramedia)
ISBN: 9786020303550
Tebal: 312 halaman
Terbit: April 2014
Blurp:

Butuh tujuh tahun bagi Davina untuk memberanikan diri menginjak kota Tokyo, mengejar kembali apa yang telah hancur saat ia membiarkan Awang pergi mengejar impian. Perjalanan itu bukan semata untuk memenangkan kembali cintanya, namun ia membawa benih mimpi sahabatnya, Armitha: mimpi untuk berada di satu panggung kompetisi piano bersama Awang untuk membuktikan siapa yang terhebat di antara keduanya.

Fantasy berarti mimpi, imajinasi. Hingga sejauh apa Davina, Armitha dan Awang melalui jalan mimpi yang tak pernah mudah? Inilah saatnya cina, persahabatan, kesetiaan dan kepercayaan teruji. Dari Surabaya, Tokyo, Singapura, Paris, Berlin, hingga Wina, mereka berlari menyambut mimpi, mencoba membuktikan bahwa mimpi tidak terlalu jauh untuk digapai selama mereka selalu melangkah untuk meraihnya. 
"Kamu tahu kenapa persahabatan kita sangat berbeda dengan persahabatan orang lain? Karena Tuhan sudah menggariskan jalan hidup kita. Bahwa kita akan menyukai laki-laki yang sama. Laki-laki yang memasukki hidup kita secara bersamaan, dan Tuhan memberi kita hati yang besar, dan sedikit hormon, sehingga kita tidak akan pernah bertengkar memperebutkannya." (hal. 125)
Persahabatan perempuan dan laki-laki sesungguhnya sangat jarang yang pernah benar-benar terjalin seperti judulnya. Senyawa kimia yang tidak pernah bisa dijelaskan yang mengakibatkan sengatan listrik menyenangkan di kedua individu lawan jenis ini pun dirasakan oleh dua perempuan dan satu laki-laki yang menjali persahabatan sejak lama: Davina, Armitha dan Awang.

Davina adalah seorang perempuan yang selalu berpikiran positif dan tidak pernah sekalipun berpikiran negatif pada orang lain. Perempuan keturunan seperempat Belanda ini memiliki tinggi badan yang sedikit lebih menjulang dari teman-teman perempuan di kelasnya dan tidak mau disebut bule dengan perawakannya yang memang bule tersebut. Sedangkan Armitha, adalah sahabat perempuannya yang selalu berpikir untuk melindungi Davina dari orang yang berniat jahat karena sifat positif yang cenderung naif. Penyuka musik tapi tidak berminat untuk mendalami alat musik apapun, sampai akhirnya Awang, pangeran kedua perempuan tersebut, membius Mitha untuk mati-matian mempelajari piano. Alat musik itulah yang kemudian membawa Mitha dan Awang menuju sebuah janji, yang kemudian melibatkan Davina, dan kompleksitas rasa di dalamnya.

"Merantai kaki seseorang karena ketakutan kita bukanlah cinta, melainkan keegoisan." (hal. 126)

Davina dihadapkan oleh sesuatu yang meresahkan hatinya: Awang akan pergi, jauh. Ia dihadapkan oleh pilihan yang sulit. Setelah sebelumnya Vina dihantui rasa bersalah pada Mitha karena ia jatuh cinta pada Awang (yang disambut dengan perasaan yang sama oleh laki-laki itu), kali ini ia digeluti perasaan bersalah yang lain. Ia tidak ingin ditinggal pergi, namun ia tidak ingin menjadikan dirinya beban Awang sehingga laki-laki itu harus menarik mimpinya, hanya karena seorang Davina yang mungkin di masa depan tidak memberikan sesuatu sebanding dengan mimpi Awang yang selalu diidam-idamkannya, yaitu menjadi pianis handal.

Namun dengan berat hati, Davina melepaskannya. Ia mengalahkan keegoisannya sendiri.

Di sisi lain, Armitha juga menaruh perhatiannya pada Awang. Permainan piano yang membius itu berhasil membuatnya tergila-gila pada piano. Padahal sebelumnya, ia tidak pernah benar-benar terpengaruh pada alat-alat musik meskipun papanya adalah seniman musik besar. Mereka pun menjalani pendidikan bermusik milik pianis Indonesia berbakat, Valenntina. Karena satu sekolah, mereka pun memutuskan untuk tampil secara berpasangan di acara showcase. Dan pada akhirnya, mereka berjanji suatu saat nanti akan saling berkompetisi piano, apapun acaranya.

Awang kemudian pergi dan Vina tidak pernah membalas e-mail-nya barang satu kalipun. Namun hal itu tidak dilakukan Mitha. Dia selalu membalas e-mail Awang yang tengah menjalani kehidupan bermusiknya di luar negeri. Sampai akhirnya hal mengerikan itu terjadi. Tak ada lagi e-mail balasan yang bertengger di kotak masuk Awang.

Minggu, 10 Agustus 2014

Kenapa Me-Review?

Sumber.
This post is posted based on my personal thought. Setelah sadar bahwa blog yang sebenarnya bertujuan untuk kepenulisan, malah lebih banyak review post-nya daripada posting cerpen, flashfiction dan produk kepenulisan lainnya, aku merasa perlu semacam presscon *halah*. Berhubung hanya lewat postingan ini saja dan penghuni blog masih sedikit, maka marilah mengalihkan presscon itu jadi personal share.

How's the start?
Seorang teman di komunitas kepenulisan di Palembang menyarankan teman-temannya (termasuk aku) untuk mulai mengisi blog, karena dianya itu juga merupakan blogger aktif. Sebenarnya hampir semua dari anggota komunitas itu punya blog. Blog yang awalnya dibangun, didesain, dihias dengan semangat menggebu-gebu, yang kemudian mulai ditinggalkan setelah first post. Sebagian besar yang punya blog kemudian mengeluh "nggak tahu mau post apa" atau "mau buat cerpen, tapi masih stuck" atau "malu mau nge-post, tulisan aku gaje". Ya, apapun jenis alasannya yang bermuara pada "harus nge-post apa?".

Jadilah temanku tadi bilang "Kenapa nggak mulai review buku aja?".

Ya, sebagai salah satu anggota komunitas kepenulisan, tentunya kami gemar membaca novel. Karena membaca adalah awal dari menulis. Dan di pendengaranku, ide yang dicetuskannya semacam ide cemerlang yang kalau di kartun-kartun, bisa mengeluarkan lampu. Lumayan buat ganti lampu kamar mandi *eh*. 

Dan jadilah! Posting review pertamaku per tanggal 20 Oktober 2013!

Content: Basic Information, Analysis and Personal Thought
Dan jadilah aku memulai kembali aktivitas ngeblog dengan posting review terhadap buku-buku yang sudah kubaca. Setelah mempelajari beberapa blog yang menuliskan review buku, informasi-informasi yang biasanya dituliskan di review, antara lain:

Gambar sampul:
Judul:
Penulis:
Penerbit:
ISBN:
Tebal:
Editor:
Desain Sampul:
Layouter:
Tahun Terbit:
Cetakan Ke-:
Blurp:

Ringkasan Cerita

Penilaian dari segi pembaca

Penutup

Biasanya, aku hanya menyertakan gambar, serta informasi mulai dari judul, penulis, penerbit, ISBN, tebal, tahun terbit, cetakan ke- dan blurp sebagai caption gambar sampul buku yang di-review. Semakin lengkap informasinya, semakin baik. Informasi-informasi mengenai anatomi buku ini biasanya dapat ditemui di dua atau tiga halaman awal buku. Sedangkan untuk blurp, aku menuliskan kembali apa yang ada di back cover.

Untuk konten review-nya, aku selalu menyertakan kesan pertamaku sebagai pembuka ketika bertemu buku yang di-review, atau kesan awal setelah membaca buku secara keseluruhan. Setelah itu, aku akan menceritakan ulang apa yang terjadi dalam buku, dimulai dengan kata diceritakan, alkisah, atau buku ini menceritakan tentang.... . Aku memaksa diriku untuk mengingat-ingat kronologis para tokoh dan konflik yang membelut mereka dan menceritakannya kembali. Hanya sebagian, tentu saja. Dan aku lebih memilih konflik yang paling menarik sekaligus membuat penasaran untuk diceritakan kembali. Review memang menceritakan kembali. Tapi bukan untuk mengumbar keseluruhan cerita yang berujung pada spoiler. 

Sabtu, 12 Juli 2014

Review: Seribu Kerinduan by Herlina P. Dewi

Seribu KerinduanDi sini aku duduk dan menunggu...

Penulis: Herlina P. Dewi (@HerlinaPDewi)
Penerbit: Stiletto Book (@Stiletto_Book)
Editor: Paul Agus Hariyanto
Proof Reader: Tikah Kumala
Desain Cover: Teguh Santosa
Layout Isi: Deeje
Cetakan I, November 2013
ISBN: 978-602-7572-19-5
Tebal: 241 halaman
Blurp:
"Sudah, jangan lagi kamu menghakimiku. Jangan lagi kamu memperolokku. Percuma saja. Aku sudah tidak bisa merasakan apa-apa lagi, kecuali rasa kebas ini. Dan sekarang, biarlah kehidupan memulihkan jalan untukku. Menjadi pelacur."
Renata, seorang fashion editor dengan karier cemerlang di kantornya, harus pasrah pada keadaan. Setelah berpisah dengan Panji, lelaki yang sudah dipacari selama empat tahun karena perjodohan biadab itu, dia pergi ke semua tempat yang pernah mereka singgahi untuk menelusuri jejak-jejak kebersamaan. Hidup menjadi sangat membosankan baginya, karena hari-harinya kini hanya dihabiskan untuk mengenang Panji. Dia pun lantas memilih menjadi pelacur, karena dengan profesi barunya itu, dia kembali merasa dicintai, dihargai, dibutuhkan dan disanjung.
Namun, ia sadar, menjadi pelacur hanyalah sebuah persinggahan sebelum dia benar-benar melanjutkan hidup sesuai dengan keinginannya. Lantas, kehidupan seperti apa yang sebenarnya ingin dijalaninya? Tanpa Panji? Bisakah?
A very nice debut untuk ukuran buku perdana Mbak Herlina P. Dewi. Menceritakan tentang seorang fashion editor majalah A La Mode yang sedang berada pada masa kejayaan kariernya. Ia mempunyai seorang laki-laki yang sudah 4 tahun dipacarinya, Panji. Kenyamanan selalu mereka berdua apabila tengah bersama. Setelah 4 tahun itulah, akhirnya Panji mengajak Renata untuk bertemu orang tuanya di Jogja. Jantung Renata berdegup kencang hanya dengan membayangkan pertemuan yang akan terjadi.

Manusia boleh berharap, tapi takdir mungkin sudah menggariskan hal lain. Ibu Panji tidak menerima Renata untuk menjadi menantunya. Menurutnya, Panji harus menikah dengan orang yang sepadan dengannya. Yang bibit, bebet, bobotnya jelas. Intinya, tidak untuk Renata.

Panji akhirnya dijodohkan dengan perempuan yang merupakan anak dari rekan bisnis keluarganya.

"Ren, you never really stop loving someone. You just learn to live without him.." (hal. 49)


Rabu, 09 Juli 2014

Review: Geek In High Heels by Octa NH

Geek in High Heels
Tunggulah, cinta akan menemukanmu

Penulis: Octa Nurhasanah (@OctaNH)
Penerbit: Stiletto Book (@Stiletto_Book)
ISBN: 978-602-7572-20-1
Cetakan 1, Desember 2013
Blurp:

Athaya membuka Blog-nya dan membuat sebuah post baru"

"Hai...... Nama saya Athaya. Seorang web designer.. Yup, saya memang geek, tapi saya juga stylish, suka koleksi high heels dan memadankannya dengan cat kuku. Saya sedang cari pacar calon suami. Kalau kamu tertarik, feel free to comment ya. Oh ya, umur saya 27 tahun. Sekarang kamu mengerti kan kenapa saya membuat iklan cari jodoh seperti ini? Yes, I'm absolutely pathetic. Problem?! Oke, saya mencari cowok ganteng..."

Athaya melirik ke arah cowok berkacamata yang duduk tidak jauh dari mejanya. Cowok itu kelihatan seperti cowok canggung yang manis.

"Oke, saya mencari cowok ganteng, berkacamata, menarik, usia tidak boleh lebih dari 35 tahun dan bukan duda, bukan suami orang, bukan selingkuhan dan straight."

Athaya menghela napas, menyesap kopinya dan meng-klik tombol: Publish!

Blurp-nya menggoda kan, gaes?

Cerita yang disuguhkan adalah cerita seorang perempuan yang bekerja sebagai web designer freelance. Disebut geek karena pekerjaannya yang identik dengan orang-orang geek, berkacamata, penampilan urakan, dan serangkaian aksesoris geek lainnya. Dan sebenarnya Athaya ini cukup narsis juga dengan menyebut dirinya stylish ^^v. Tapi memang begitulah adanya. Athaya hobi mengoleksi sepatu-sepatu tinggi dan memadankannya dengan cat kuku yang akan dipakainya ketika memakai sebuah sepatu. Sampai rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan warna sesuai dari campuran cat-cat kukunya yang tersedia hanya karena dari semua koleksi cat kukunya, tidak ada yang warnanya sama dengan sepatu.

Cinta itu cukup ditunggu. Tidak perlu dicari. Ketika datang orang dan waktu yang tepat, dia akan ada, dan kamu akan menemukannya. Seperti cinta itu yang juga akan menemukanmu. (hal. 9)

Athaya desperate dan paling tidak suka apabila diinterogasi oleh para tantenya soal jodoh. Ya, Athaya masih juga jomblo di usianya yang ke-27. Pekerjaannya yang bersifat freelance seringkali membuat tantenya, khususnya Tante Rina, kesulitan untuk menjelaskannya pada para laki-laki yang akan dikenalkan pada keponakannya yang satu ini. Walaupun begitu, Athaya mencintai pekerjaannya. Passion-nya memang ada di dunia coding dan dia tidak suka bekerja dalam ikatan jam kantor. Toh, dia tetap bisa membeli sepatu-sepatu high heels favoritnya, plus cat kuku dengan warna yang sesuai *wink*.

Suatu kejadian di suatu kafe, Athaya yang desperate itu baru saja selesai mem-publish iklan cari jodoh di blog pribadinya. Di sisi meja lain, ada seorang laki-laki yang cukup intens memperhatikannya. Laki-laki bernama Kelana itu kemudian memberanikan diri untuk menyapa Athaya. Apa respon perempuan geek nan stylish satu ini? Dia malah meninggalkan kartu nama profesionalnya saja pada laki-laki itu. Desperate bukan berarti murahan dong ya... *wink-wink*

Pengumuman: Pemenang Blog Tour & Giveaway Finally You - Dian Mariani


Sebelumnya, aku sangat berterimakasih pada Penerbit Stiletto Book yang sudah mempercayai blog ini untuk melakukan review perdana dari buku terbarunya, Finally You yang ditulis oleh Dian Mariani.

Total ada lima belas orang yang meninggalkan jawabannya di komentar. Dan untuk jawaban pertanyaan, most of participants menjawab lebih memilih orang di masa sekarang, dua orang yang menjawab lebih memilih orang di masa lalu. Dan satu orang memilih untuk menyerahkan semua pilihannya pada Tuhan.

Honestly, aku sangat senang dengan antusiasme teman-teman dalam menjawab pertanyaanku. Mungkin pertanyaannya konyol dan banyak orang yang berpikir bahwa pertanyaan ini sudah sangat jelas jawabannya. Tapi aku tahu betul bahwa tiap orang diciptakan Tuhan benar-benar berbeda. Walaupun ada kesamaan, tapi kesamaan itu menurutku hanya berbentuk rasa karena berada di sisi yang sama, atau memiliki kesukaan yang sama, atau rasa kesamaan lainnya. Hati tiap manusia hanya mereka masing-masinglah yang memegang kunci.

Sulit sebenarnya untuk menentukan pemenang. Setelah berpikir cukup lama, maka aku memilih dua orang terbaik berikut untuk mendapatkan masing-masing satu buah buku Finally You karangan Dian Mariani langsung dari Stiletto Book.

*drumrolls*

Review: The Deep (Ingo #3) by Helen Dunmore

The Deep (Ingo #3)

Penulis: Helen Dunmore
Hak cipta terjemahan Indonesia dan Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama (@Gramedia)
Alih Bahasa: Rosemary Kesauly
ISBN: 978-979-22-5259-0
Tebal: 304 halaman
Cetakan kedua: Desember 2013
Blurp:

Petualangan Sapphire dan kakaknya, Conor, di dunia bawah laut masih berlanjut. Banjir dahsyat telah menerjang batas-batas antara dunia manusia dan Ingo, dan sekarang, jauh di dasar laut sana, sesosok monster menggeliat bangun dari tidurnya. Menurut legenda bangsa Mer, hanya mereka yang berdarah campuran Mer dan manusia yang bisa menjinakkan monster ini. Sapphy harus kembali ke Dasar Laut, dengan bantuan ikan paus sahabatnya, untuk berhadapan dengan makhluk menakutkan itu. Tetapi Conor dan sahabat Mer-nya, Faro, tidak mau membiarkan Sapphy pergi tanpa mereka...
Ada orang yang membuat janji besar untuk hal yang belum pasti. (hal. 132)
Petualangan Sapphire dan Conor berlanjut hingga ke kedalaman laut terdalam, Dasar Laut. Setelah sebelumnya Faro dan Saldowr dikejutkan dengan kenyataan bahwa Sapphire telah memasuki Dasar Laut dan kembali hidup-hidup. Padahal tak ada satupun bangsa Mer yang bisa selamat apabila sudah masuk ke Dasar Laut.

Petualangan di Ingo makin menegangkan. Dan di saat yang sama, setelah bencana besar yang melanda St. Pirans, Sapphire, Conor dan Mum, bersama Roger, akhirnya kembali ke pondok mereka di Senara. Tempat semuanya berawal, tempat terdekat dengan teluk mereka.

Sapphire diundang secara khusus ke Rapat Besar, acara dimana akan ada banyak rakyat Mer berkumpul. Hal-hal mengenai Dasar Laut pun dipertanyakan oleh beberapa orang yang mempunyai pengaruh besar di antara makhluk Mer pada Sapphy. 

Jawaban-jawaban dikeluarkan Sapphy sesuai apa yang dia tahu. Beban berat kini ditimpakan padanya. Menyelamatkan anak-anak Mer, atau menyelamatkan diri sendiri?

Sabtu, 05 Juli 2014

Review & Blog Tour: Finally You by Dian Mariani

Finally You

Penulis: Dian Mariani (@dianmariani)
Penerbit: Stiletto Book (@stiletto_book)
ISBN: 978-602-7572-28-7
Cetakan I, Juni 2014
Tebal: 275 halaman
Blurp:

Luisa dan Raka, dipersatukan oleh luka.
Luisa yang patah hati setelah ditinggal Hans, memilih menghabiskan waktunya di kantor sampai malam. Bekerja tak kenal lelah. Siapa sangka, ternyata bos di kantornya juga baru putus cinta. Mereka sama-sama mencari pelarian. Mengisi waktu-waktu lengang selepas jam lembur dengan menyusuri jalan-jalan padat ibu kota. Berdua. Membagi luka dan kecewa.
Antara bertahan pada kenangan, atau membiarkan waktu yang menyembuhkan. Baik Luisa ataupun Raka membiarkan hubungan mereka berjalan apa adanya. Hubungan yang dewasa tanpa ungkapan cinta. Mungkin rasa aman dan nyaman bersama kenangan, membuat Luisa dan Raka malas menyesap rasa baru dalam hubungan mereka.
Namun, bagaimana jika seiring berjalannya waktu, Raka mulai benar-benar jatuh cinta ketika Luisa justru sedang berpikir untuk kembali kepada Hans? Ternyata bukan tentang waktu. Bukan juga tentang masa lalu. Ini tentang menemukan orang yang paling tepat untuk hidupmu

"Menurutku, nggak ada gunanya berusaha meraih kembali orang yang udah jelas-jelas nggak mau sama kita lagi." (hal. 117)

Luisa dan Raka sama-sama mengalami masa lalu yang pahit pada diri mereka masing-masing. Masa lalu yang meninggalkan luka. Pertemuannya dengan Hans dan Gina di suatu mal, bergandengan tangan, membuat hatinya pilu. Semudah itu Hans melupakannya dan beralih pada wanita lain?

Raka ditinggalkan begitu saja oleh Saskia. Ia kalah dibandingkan Bruce, lebih mapan dan lebih dewasa. Namun Saskia tidak begitu saja melepaskan Raka. Walaupun sudah putus, mereka tetap bertemu, bermesraan, namun hanya ada rasa cinta dari sisi Raka, tidak dari Saskia.

Masa lalu keduanya sama-sama tidak mengenakan. Siapa yang ingin jika ditinggalkan orang terkasih? Perjalanan cinta Luisa dan Hans berlangsung selama empat tahun. Begitu pun dengan Raka yang sudah menjalin kasih dalam waktu yang lama. Bohong bila kenangan-kenangannya tak membekas.

Luisa dan Raka adalah teman satu kantor yang menempati satu lantai. Yang membedakan adalah jabatan Raka yang lebih tinggi dari Luisa. Pertemuan awal mereka adalah ketika Raka berusaha menolong Luisa yang tengah dilanda rasa sakit akibat pemandangan tak mengenakan.

Mereka akhirnya dekat. Merasa nyaman, sampai akhirnya merajut kasih sayang.

Tak ada yang bisa mencegah dia muncul di hadapan kita. Masa lalumu sudah terjadi, dan itu bukan salahmu. Tak ada yang bisa menghapus masa lalu. Bukan salahmu kalau dia masih begitu menginginkanmu. (hal. 138)

But it doesn't simply reach the happiness.

Jumat, 04 Juli 2014

Books, Vampires and Eternity

"Books are vampires. Thirsty of human's life, then live in eternity. Telling stories that never be questionable."

The sentences above are basically my thought.  Bagiku, buku bisa dianalogikan sebagai vampir yang haus akan darah manusia. Tapi buku tidak mengisap darah, tentu saja. Mereka mengisap intisari kehidupan manusia-manusia, lalu menjadikannya kekal. Selayaknya vampir yang hidup kekal, kehidupan buku juga tidak lekang oleh waktu. Vampir akan menceritakan kisah yang tak pernah diragukan kebenarannya. Yeah, they had live a long life. Buku pun begitu.

Gagasmedia adalah salah satu penerbit buku populer yang sudah berdiri sejak 4 Juli 2003, dan sesuai dengan definisinya, buku-buku yang diterbitkan Gagasmedia tidak jauh dari kata populer.

I'm one of this publisher's reader. Di antara banyak buku yang sudah diterbitkan, these are my recommendation list. Terdiri dari 11 buku yang harus dibaca, sesuai dengan tagline ulang tahun Gagasmedia #11TanpaBatas. Buku Ai yang dituliskan oleh Winna Effendi adalah buku pertama yang aku baca.

Ai - Winna Effendi (sampul lama)
Merasa berjodoh sama buku ini karena waktu SMA, I was a Japan freak! Dan sekarang juga masih. Desain sampulnya sangat kental akan nuansa Jepang. Kisah persahabatan dua orang yang kompleks, Ai dan Sei, yang akhirnya harus diombang-ambingkan oleh kehadiran Shin, murid pindahan. Idenya sih, sudah banyak digunakan. Antara persahabatan dan cinta. Tapi potongan-potongan kisah menuju cintanya itu patut diacungi jempol dan menarik. Siap-siap dibuat terenyuh dengan kedewasaan dan kebesaran jiwa Sei di sini. Cerita yang disuguhkan dari dua sudut pandang dalam novel inilah yang dapat mengombang-ambingkan perasaan. Walaupun ini cerita dengan latar belakang Jepang, novel ini bisa dinikmati semua kalangan.

Next is Harmoni, kumpulan dua novela yang ditulis oleh penulis kawakan, Aulia Halimatussadiah (Ollie) dan merupakan buku kedua dari Wulan Dewatra.

Harmoni - Wulan Dewatra & Ollie
Novel ini terdiri dari dua novela, yaitu Coelho & Us yang ditulis oleh Mbak Ollie dan Sang Angkuli yang ditulis oleh Wulan Dewatra. Buku ini menjadi buku yang mempertemukan aku dengan kedua penulis novel ini. Walaupun agak kurang menikmati dengan Coelho & Us-nya Mbak Ollie, Sang Angkuli dari Wulan Dewatra berhasil membius aku untuk membeli dua bukunya yang lain. Walaupun demikian, bagi penggemar kutipan novel, kutipan-kutipan di novela Mbak Ollie ini bagus-bagus dan menarik. Dan bagi yang bosan dengan kisah cinta yang itu-itu saja, karya Wulan Dewatra ini menurutku tidak biasa. Saking tidak biasanya dan berhasil memaksaku beli buku Memento-nya yang belum masuk rak buku Gramedia. Beruntung petugas gudang mau mengambilkan satu. :")

Setelah jatuh cinta dengan karya Wulan Dewatra, dua novel berikut ini menjadi incaran berikutnya.

Senin, 30 Juni 2014

Review: Letters to Aubrey by Grace Melia

Letters to Aubrey
Kumpulan surat seorang ibu untuk putrinya yang berkebutuhan khusus akibat terinfeksi virus rubella.

Penulis: Grace Melia (@gesgeesges)
Penerbit: Stiletto Book (@Stiletto_Book)
ISBN: 978-602-7572-27-0
Cetakan I, Mei 2014
Tebal: 266 halaman
Blurp:

Congenital Rubella Syndrome merupakan kumpulan kelainan bawaan akibat virus rubella yang menginfeksi kehamilan perempuan.
Melalui buku ini, penulis mengajak kita masuk dalam perjalanan yang penuh warna ketika dia membesarkan putrinya yang berkebutuhan khusus-akibat terinfeksi virus rubella. Ada penolakan, kecewa, dan juga letih yang lambat laun menjadi rasa ikhlas dan optimis. Sebagai ketua komunitas Rumah Ramah Rubella, penulis juga membuka wawasan kita tentang TORCH pada umumnya dan rubella pada khususnya. Dia pun menyerukan pesan kepada orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk terus optimis karena mereka tidak berjuang sendirian.
Semua informasi, pesan, serta rasa cintanya pada sang anak dituangkan dalam bentuk kumpulan surat dengan kata-kata yang ringan dan penuh makna. Buku ini sarat akan cinta seoran ibu pada anaknya. Lewat kumpulan surat ini, penulis ingin putrinya mengerti bahwa ia dicintai dan dibanggakan sebagaimana adanya.
Mommy loves you to the bone. That is a fact. But know this and this only, Ubii. Will your condition make us have to struggle to survive? Yes! Can we do it? Yes! What do you mean to Mommy? The World! Please keep that in mind. So, are you ready to fight together with Mommy? (hal. 43)

I am not yet a mother of anyone child, but, this book is worth to read. Alhamdulillah, aku dilahirkan normal oleh Mama dan bisa menjalani kehidupan yang normal hingga sekarang ini, but this is not mean that every mother doesn't have any struggle to be walked on. Tiap ibu punya lika-liku kehidupan dirinya dan sang anak yang sendiri yang tentunya berbeda dari orang lain.

Mami Grace ini adalah salah satu ibu yang ditunjuk oleh Pencipta untuk dipupuk menjadi Ibu yang tangguh. Lewat Aubrey Naiym Kayacinta, atau akrab dengan sebutan Ubii, Grace dan Aditya menjalani masa-masa sulit yang menjadikan mereka tangguh hingga sekarang.

Semua berawal dari virus rubella, atau campak jerman, yang diidap oleh Mami Grace yang akhirnya menular pada Ubii. Ubii mengalami sedemikian hal yang membuat hati orang lain teriris.

Review: The Tide Knot - Simpul Ombak (Ingo #2) by Helen Dunmore

The Tide Knot - Simpul Ombak (Ingo #2)

Penulis: Helen Dunmore
Hak Cipta Terjemahan Indonesia & Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (@gramedia)
Tebal: 320 halaman
Alih Bahasa: Rosemary Kesauli
ISBN: 9789792248838
Cetakan Ketiga: Desember 2013
Blurp:

Sapphire dan Conor tak bisa melupakan petualangan meteka di Ingo, dunia bawah laut yang misterius dan begitu memikat. Mereka ingin bertemu lagi dengan teman-teman Mer mereka, Faro dan Elvira.
Tapi sekarangm Sapphire dan Conor sudah pindah dari rumah mereka di dekat ceruk yang menjadi pintu masuk ke Ingo. Ibu mereka ingin memulai hidup baru di kota pantai St. Pirans, jauh dari kenangan tentang ayah mereka yang hilang di laut setahun sebelumnya.
Namun ada bahaya yang mengintai jauh di bawah permukaan laut, di tempat makhluk Mer yang paling bijak, Saldowr, menjaga Simpul Ombak. Ingo sedang gelisah, dan tak lama lagi Sapphire dan Conor akan mendengar panggilan dari lautan dalam...

Just done it on two days!

Simpul Ombak adalah seri kedua dari seri buku Ingo oleh Helen Dunmore. Di sini Helen Dunmore mengajak pembaca ke sisi yang lebih dalam lagi dari Ingo yang diperkenalkannya di buku #1. Dan saat baca buku keduanya ini lah aku baru ngeh kalau daerah yang ditinggali Sapphire dan Conor sebelumnya bernama Senara setelah sebelumnya nggak dapet (atau nggak nemu, ya?) nama daerah tempat tinggal kakak beradik tersebut.

Mereka akhirnya jauh dari Senara dan menata hidup baru di St. Pirans. Atau setidaknya begitulah maksud Jennie, ibu dari Sapphire dan Conor. Ia mempunyai keyakinan untuk sejauh-jauhnya dari laut. Baginya, laut merupakan petaka.

Saph tidak suka akan hal ini. Sifatnya yang sangat sulit untuk move on itu memaksanya untuk terus menghadap ke belakang, menyelesaikan apa yang belum benar-benar selesai. Ya, walaupun sifatnya yang satu ini bisa benar-benar positif di satu sisi, keras kepalanya kadang membuat kesal Mum atau Conor.

Dad masih belum ditemukan. Saph dan Con sudah bersumpah mati atas janji mereka untuk menemukan Dad. Berhasil? Ya, Saph menemukannya, namun ia tidak bisa membawanya pulang.

Misteri lain kembali menyelimuti Saph dan Con, membawa mereka menuju lautan terdalam.

Nak, kau sudah cukup besar untuk memahami bahwa tidak ada peristiwa yang menimpa kita begitu saja. Ada bagian dari diri kita yang menyerah pada peristiwa itu. Kita membiarkannya terjadi, sekalipun orang-orang yang kita kasihi mengira kita berusaha melawan.


Kamis, 26 Juni 2014

Review: Ingo by Helen Dunmore

INGO
Penulis: Helen Dunmore
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (@Gramedia)
Alih Bahasa: Rosemary Kesauli
ISBN: 9789792246704
Cetakan ketiga: Desember 2013
Tebal: 312 halaman
Blurp:

Ketika Mathew Trewhella pergi dari rumahnya dan tidak pernah pulang lagi, orang-orang percaya dia sudah mati di tengah laut, tetapi putrinya, Sapphire, yakin sekali ayahnya masih hidup. Dia teringat kisah0-kisah yang sering diceritakan ayahnya, tentang putri duyung Zennor yang jatuh cinta pada manusia namun tidak bisa hidup bersama kekasihnya di daratan kering penuh udara.

Musim panas berikutnya, Conor, kakak laki-laki Sapphire, mulai sering menghabiskan waktu berjam-jam di laut, bersama seorang gadis misterius. Pada waktu mengikuti Conor itulah Sapphire menemukan Ingo - dunia bawah laut yang sangat memikat namuun berbahaya. Dan makin lama makin sulit baginya untuk menolak panggilan dunia lain itu.

Kalau kau tahu letaknya, kau bisa melihat putri duyung Zennor dalam Gereja Zennor. Putri duyung itu dipahat pada kayu tua keras berwarna gelap. Dulu ada yang pernah mengiris badannya dengan pisau. Pisau tajam dan brutal. Aku mengusap lembut bekas irisan itu supaya tidak melukai putri duyung itu lagi.

Sekilas mirip kisah putri duyung Ariel dari Disney. Putri duyung Zennor yang dikisahkan dalam Ingo ini mencintai seorang makhluk yang tinggal di tempat yang penuh udara kering: manusia. Namun ia tidak bisa hidup bersama kekasih manusianya itu karena ia pasti mati.

Tapi bukan kehidupan dari sisi Zennor yang dibahas dalam buku ini.

Sapphire tinggal dalam lingkup keluarga yang utuh. Dad, Mum, dan Conor, kakak laki-lakinya. Mereka tinggal di suatu daerah yang dekat dengan laut. Dad sangat mencintai laut dan Peggy Gourdon selalu menemani waktu-waktunya menghabiskan jam di laut, memancing sampai memotret.

Sampai akhirnya Mathew, ayah Sapphire dan Conor, menghilang dalam pelayarannya yang tidak biasa.

Sapphire dan Conor sama sekali tidak percaya bahwa Ayah mereka sudah meninggal ditelan laut. Mathew sangat mencintai dan tahu seluk beluk laut, atau setidaknya itu yang dipercayai Conor dan Sapphire. Tapi kepercayaan mereka terhadap Dad sanggup membuat mereka mengucap sumpah mati atas fakta yang belum sepenuhnya fakta tersebut.

Setidaknya mereka mencoba untuk percaya.

Satu tahun satu bulan dan satu hari berlalu. Keluarga mereka tak lagi lengkap. Mengucapkan atau menyinggung kata Dad masih dianggap canggung dalam lingkup keluarga ini. Mum kini harus bekerja keras untuk membuat kehidupan dalam keluarga kecilnya. Conor dan Sapphire lebih memiliki banyak waktu sendiri.

Suatu hari, Conor tak kunjung pulang. Sapphire memutuskan untuk menyusul kakaknya di teluk tempat mereka biasa menghabiskan waktu. Dan sosok misterius yang berada di hadapan Conor begitu, aneh.

Tapi kurasa tak seorang pun bisa melakukan itu. Semua kejadian yang menimpa seseorang pasti tetap terkenang, sekalipun tersembunyi di sudut-sudut benak. Itulah sebabnya kau tidak boleh berusaha melupakan, walaupun orang-orang mendesakmu untuk melakukan itu,

Jumat, 20 Juni 2014

#CLOSED Blogtour & Giveaway: Simple Thinking about Blood Type



***


***

Rules:

1. Follow blog ini melalui akun kalian. Sila cari di deretan widget di sebelah kanan, ya.
2. Follow @penerbitharu, sebagai tambahan, sila follow akun pribadiku @putrikn. Karena informasi giveaway akan di-publish lewat akun pribadi juga. Siapa tahu kita jodoh *eh.
3. Tinggalkan komentar kalian di review-ku tentang komik Simple Thinking about Blood Type (ada poin tambahan bagi yang melakukannya ^^)
4.  Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar posting giveaway ini:

Orang dengan golongan darah apa, sih, yang menurutmu bisa menjadi pasangan yang membuatmu nyaman? Sebutkan alasannya!

(Awas, jangan keceplosan nyebut namanya, ya. Tapi kalau ada yang berani...risiko malu tanggung sendiri. :3)

5. Sebelum menuliskan jawaban, sila tinggalkan data-data berikut:

Nama:
Twitter:
Instagram:
Asal kota:

6. Tidak ada batasan untuk panjangnya jawaban. Sila tulis sepanjang apapun kalian mau.
7. Setelah menjawab, sila bagikan giveaway ini melalui akun Facebook dan Twitter kalian. Untuk di Facebook, tidak perlu tag. Untuk share via Twitter, diharapkan untuk mention akunku @putrikn dan copy link giveaway (http://bit.ly/CATgiveaway) ini, ya. ^^

Contoh: Yuk, ikut giveaway Simple Thinking about Blood Type-nya @penerbitharu di blog nya @putrikn (link blog)

Sila buat sekreatif mungkin, ya.

Giveaway ini berlangsung mulai tanggal 21 Juni 2014 sampai dengan 28 Juni 2014. Pemenang akan diumumkan tanggal 1 Juli 2014 pukul 19.00 (dipercepat jadi 29 Juni 2014 pukul 10.00^^) di blog ini. Ada 2 komik Simple Thinking about Blood Type karya Park Dong Sun GRATIS menanti! ^^


Satu orang pemenang ditentukan melalui pelaksanaan persyaratan yang sudah dibuat di atas dan seberapa menarik jawabanmu. Dan satu orang pemenang lainnya ditentukan secara acak melalui random.org.

- Setiap satu kali share dalam satu hari di Twiiter (di Facebook tidak dihitung, ya ^^) akan mendapatkan satu nomor undian yang akan kucatat dalam file Excel-ku.
- Apabila kalian share selama 7 hari masa giveaway, maka kalian akan mendapatkan 7 nomor undian! Walaupun ini tidak wajib, usahakan jangan lewat satu hari pun, ya, jika ingin mendapatkan 7 kesempatan. ^^ 

So, better try your luck and prepare your best answer! ^^

Bagi yang sudah menanti jilid dua dari Simple Thinking about Blood Type, komik jilid dua akan rilis bulan Juli ini! Dan pre-order dengan tandatangan langsung dari Park Dong Sun (edisi terbatas!) bisa diakses ke Owl Book Store!



Sampai ketemu di Twitter dan tanggal 1 Juli nanti (dipercepat jadi 29 Juli: cek link berikut: http://bit.ly/PengumumanCAT). Semoga beruntung! ^^

P.S: Pertanyaan sila langsung mention Twitter-ku, ya. ^^

Jumat, 13 Juni 2014

Review & Blog Tour: Simple Thinking About Blood Type by Park Dong Sun


K-Toon: Simple Thinking about Blood Type
Komikus: Park Dong Sun
Webtoon: Link
Penerbit: Penerbit Haru (@penerbitharu)
Penerjemah: Achie Linda
Cetakan Keempat, April 2014
Tebal: 262 halaman
ISBN: 9786027742253
Blurp:Tahu nggak sih kalau orang bergolongan darah A itu orang-orang yang halus, tapi kaku dan taat pada peraturan? Atau tahukah kamu kalau golongan darah B itu orang-orang yang kreatif dan bebas?

Apa jadinya kalau mereka disatukan? Jangan-jangan terjadi pertengkaran!

Ternyata, selain perbedaan jenis kelamin, tempat tinggal, dan kondisi ekonomi, golongan darah juga bisa menentukan perbedaan sifat kita, lho.

Meski sifat seseorang tidak bisa hanya dilihat dari golongan darahnya, semoga komik Simple Thinking about Blood Type ini bisa menghibur, sekaligus sedikit membantu kamu untuk memahami orang lain, ya!
Annyeonghaseo! *mengenakan hanbok dan membungkuk a la orang Korea*


Review post kali ini adalah salah satu rangkaian blog tour dari komik Simple Thinking about Blood Type yang digagas oleh Penerbit Haru. Siap untuk mengenali golongan darahmu lebih dalam lagi?



Komik Simple Thinking about Blood Type adalah komik non-ilmiah yang menjelaskan karakter seseorang berdasarkan golongan darahnya. Pada awalnya, Simple Thinking about Blood Type ini adalah sebuah webtoon, yaitu komik yang ditayangkan di web. Penulis menggarisbawahi kata non-ilmiah, karena memang buku ini bukan buku ilmiah, dan Park Dong Sun sangat berharap cerita-cerita mengenai golongan darah ini tidak dipercayai begitu saja, melainkan hanya dibaca sebagai hiburan.

Selasa, 10 Juni 2014

Review: London-Angel by Windry Ramadhina

LONDON: Angel (STPC #5)
Penulis: Windry Ramadhina (@windryramadhina)
Penerbit: Gagasmedia (@Gagasmedia)
Tebal: 330 halaman
ISBN: 9789797806538
Cetakan Kedua, 2013
Blurp:
Pembaca tersayang,
Mari berjalan di sepanjang bantaran Sungai Thames dalam rintik gerimis dan gemilang cahaya dari London Eye.
Windry Ramadhina, penulis novel 'Orange', 'Memori', dan 'Montase', membawa kita menemani seorang penulis bernama Gilang mengejar cinta Ning hingga ke Fitzrovia. Namun, ternyata tak semudah itu menyatakan cinta. Kota London malah mengarahkannya kepada seorang gadis misterius berambut ikal. Dia selalu muncul ketika hujan turun dan menghilang begitu hujan reda. Sementara itu, cinta yang dikejarnya belum juga ditemuinya. Apakah perjalanannya kali ini sia-sia belaka?

Setiap tempat punya cerita. Dalam dingin kabut Kota London, ada hangat cinta menyusup.


I feel in love with you, I don't know how, I don't know why, I just did.
Klise. Tapi tetap saja mengiris-iris. Sesak. Ah, I don't know this 5 days will be so miserable yet quite worrisome.

Diceritakan Gilang, editor merangkap penulis naskah novel yang tidak kunjung selesai. Tergila-gila akan buku dan sastra. Yang rela hunting Burmese Days cetakan pertama sampai akhirnya menyerah.

Tapi Gilang tidak menyerah untuk gadis yang satu ini.

Namanya Ning, yang sejak empat belas tahun yang lalu hingga sekarang menjadi sahabatnya. Atau setidaknya itulah yang diyakini Gilang pada mulanya.

Dunia Ning sangat berbeda dari Gilang. Gilang memilih dunia sastra, sedangkan Ning memilih dunia seni sebagai tempat favoritnya, yang pada akhirnya membawanya terbang beribu kilometer ke Kota London, di sebuah pemukiman pusat bernama Fitzrovia demi menenggelamkan diri ke dunia yang sangat dicintai gadis itu.

Gilang sedikit menyesal telah melepaskan gadisnya begitu saja.

Berawal dari sebuah wiski, akhirnya Gilang bertandang ke London. Atas bantuan teman-temannya, ia mendapatkan penginapan yang lumayan: Madge, yang dikelola oleh Madam Ellis, tidak jauh dari tempat indekos Ning setelah sebelumnya mendapati bahwa Ning tidak ada di Fitzrovia selama beberapa hari ke depan.

Gilang memutuskan untuk menunggu.

Senin, 02 Juni 2014

Review: The Devil In Black Jeans by aliaZalea

The Devil In Black Jeans
Penulis: aliaZalea
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9789792291889
Tebal: 352 halaman
Cetakan Kedua: Februari 2013
Blurp:

Dara betul-betul mencintai pekerjaannya sebagai personal assistant para artis, sampai dia bekerja untuk Blu, penyanyi opera Indonesia berumur lima belas tahun. Masalahnya bukan pada Blu, tapi kakaknya, yaitu Johan Brawijaya, drummer paling ganteng se-Indonesia yang superprotektif kepada adiknya dan membuat Dara ingin mencekiknya setiap kali bertemu.
Sebagai drummer kawakan Indonesia dengan wajah di atas rata-rata dan masih single, Jo mencintai kebebasannya untuk melakukan apa saja yang dia mau. Kebebasan ini punah dengan kedatangan adiknya di rumahnya. Seakan itu belum cukup menyebalkan, berbentuk Dara, muncul dan mulai mengatur hidupnya.
Satu-satunya hal yang membuat mereka berdua bisa saling bertoleransi adalah karena Blu. Atau itulah yang mereka pikir hingga ciuman itu terjadi. Satu ciuman yang membuat keduanya berpikir dua kali tentang perasaan mereka terhadap satu sama lain

Baru pertama kali menyentuh karyanya aliaZalea dan langsung suka! Dimulai dari a super devil drummer who turns out being sister-complex sampai ke personal-assistant-complex. Udah cukup ketebak sebenarnya bagaimana ujung dari kisah orang yang ada di sampul ini. Tapi konfliknya itu, lho, nendang!

Diceritakan Johan Brawijaya, yang maunya dipanggil Jo, nggak pakai Han. Menurutnya Johan itu nama jadul yang nggak pantas buat orang se-modern dia. Drummer paling ganteng se-Indonesia ini ternyata nggak diperhatikan secara baik oleh ayah kandungnya. Ibu kandung sudah meninggal. Ayahnya pada akhirnya memiliki Poppy, yang usianya hanya terpaut 10 tahun dengan Jo, sebagai istri ke-3 sekaligus istri terakhir sebelum akhirnya sang ayah meninggal. Warisan satu-satunya yang dititipkan pada Jo adalah menjaga Blu, adik perempuannya, anak dari Poppy.

Buah tak jatuh dari pohonnya, Blu berkarir juga di dunia seni sebagai penyanyi opera di Megix Records & Artist Management (MRAM), manajemen yang sama dengan Jo. Poppy yang selama sembilan bulan harus kursus memasak di Paris itu menjadikan kebebasan Jo terenggut. Rumahnya kini dipenuhi manusia-manusia yang selama ini tidak ada di sana.

Dan selama Poppy tidak ada, penyakit sister-complex Jo perlahan menguat. Jo melakukan hal-hal yang berkaitan dengan kepengurusan Blu: mengantar jemput sekolah, ke MRAM untuk latihan vokal, sampai ke hal berbelanja keperluan wanita yang mau tak mau membuat Jo bergidik. Sampai akhirnya ia benar-benar menyadari bahwa ia perlu personal assistant untuk mengurus Blu.

Minggu, 01 Juni 2014

Review: Dear Friend With Love by Nurilla Iryani

Dear Friend With Love
Penulis: Nurilla Iryani (@nyiell)
Penerbit: Stiletto Book (@Stiletto_Book)
ISBN: 9786027572072
Cetakan I, Oktober 2012
Tebal: 146 halaman
Blurp:

Karin
Delapan tahun! Itu bukan waktu yang sebentar untuk menunggu. Tapi yang aku dapat selama ini justru semua cerita saat kamu jatuh cinta dengan puluhan wanita lain di luar sana. Puluhan wanita yang selalu berakhir membuatmu kecewa. Rama, sadarkah kamu, wanita yang nggak akan pernah mengecewakanmu justru berada di dekatmu selama ini? Aku. Sahabatmu, tolol!

Rama
Satu di antara seribu alasan kenapa gue nyaman bersahabat dengan Karin adalah ketidakwarasannya membuat gue tetap waras di tengah gilanya kehidupan Jakarta. Ya, dia adalah teman adu tolol favorit gue. Oh iya, gue punya satu lagi alasan: dia cantik banget, man! Nggak malu-maluin buat diajak ke pesta kawinan kalau gue kebetulan sedang jomblo. Paket komplit!

Ceritanyaaa, bisa ditebak dari judulnya lah, ya. Eits! Tapi jangan langsung misuh-misuh nggak jelas begitu baca judulnya yang begitu menggambarkan isi bukunya. Isi bukunya memang tergambarkan seperti yang diceritakan oleh judul, tapi proses pemaparan ceritanya yang nggak biasa!

Karin betah ngejomblo delapan tahun cuma demi cumi goreng nggak tahu diri bernama Rama. Karena apa? Karena bagi Rama, Karin is his forever bestfriend dan nggak lebih. Bertahun-tahun jadi 'tempat sampah'-nya Rama, jadi 'gadis sewaan' Rama ketika cowok itu jomblo dan undangan kondangan bertebaran, kurang ngek apa lagi kehidupan percintaan Karin ini? Dan kurang peka apa lagi si Rama udah nganggurin Karin bertahun-tahun? Mungkin telinganya si Rama belum pernah dibersihin. *skip*

Kehidupan Karin dan Rama digambarkan secara menggebu-gebu oleh penulisnya. Alhasil, walaupun novel ini termasuk jenis yang easy-going, bacanya tetep ngos-ngosan juga. Emosi penulis terhadap dua kehidupan tokoh di novel ini berasa naik turunnya. Yang satu mirisnya kebangetan, di kala yang lainnya ngeselin minta diinjek.

Sempet nemu beberapa typo di dalam dan di luar isi buku. Dari sampulnya, aku sempat mengira kalau buku ini bakal menceritakan kisah cinta SMA yang menye-menye. Ternyata jatuh cinta dengan sahabat sendiri bisa enak juga kalau dibawa ke young adult. Lebih banyak feel yang bisa dirasain.

Ending-nya cukup tidak terduga. Menurutku sedikit terlalu cepat karena cerita harusnya masih bisa dilanjutkan. Tapi mungkin memang keinginan dari penulisnya sendiri untuk membuat pembacanya menerka-nerka apa yang terjadi berikutnya. But it's still too far from the true ending, menurutku. Berharap ada sekuelnya, lah. Entah dalam buku atau dalam statement. Berasa nggak puas banget diakhiri gitu aja. Hiks!

Rating: 3/5


Rabu, 28 Mei 2014

Review: Girl Talk: 60 Perempuan, 30 Kisah. Yang Manakah Kisah Hidupmu?

Girl Talk: 60 Perempuan, 30 Kisah. Yang Manakah Kisah Hidupmu?
Penulis: Lala Purwono (@lalapurwono)
Penerbit: Stiletto Book (@stiletto_book)
ISBN: 9786027572058
Tebal: 181 halaman
Cetakan II, Oktober 2012

Blurp:

Mereka bicara tentang cinta, tapi juga tentang sakit hait karena cinta yang mengikat terlampau erat. Mereka bicara tentang rahim yang tak pernah menjadi tempat singgah bayi mungil, tapi juga tentang perut membuncit yang bisa berarti akhir dari segalanya. Mereka bicara tentang ketakutan pada ikatan pernikahan, tapi juga ketakutan menghabiskan seumur hidup mereka dalam kesendirian. Mereka bicara tentang rasa egois seorang lelaki, tapi mereka mengakui tak bisa hidup tanpanya.
Ya, mereka 60 perempuan ini, berbicara tentang kisah hidup mereka.
Di antara 30 kisah ini, yang manakah kisah hidupmu?

"She's just afraid that a spesific guy will come and say hello, twelve hours berfore she says I do..."

Seperti yang dipaparkan di blurp-nya, buku ini menyimpan berbagai kisah tentang perempuan. Disajikan dengan sudut pandang orang pertama, menjadikan pembaca tenggelam dalam tiap-tiap ceritanya. Range umur para perempuan di buku ini adalah 20an ke atas, dan gaya kehidupan yang didalami tokoh-tokoh di sini adalah gaya hidup menengah ke atas.

Di mulai dengan cerita yang nyes, Mbak Lala menyajikan beberapa flashfiction yang berisi twist after twist, yang berarti 'kejutan tidak hanya sampai di satu titik itu saja'. Dan ada beberapa cerita mini yang tidak menyimpan kejutan, namun menyimpan makna tersendiri dari kisah yang dituturkan.

"But, do you love him enough to give up your dreams?"

Galau? Buku ini mungkin menyimpan salah satu kisah galaumu. Tapi tenang, Mbak Lala ini nggak pernah lupa menuturkan 'amanah' atau moral message di tiap ceritanya. Setiap ada masalah, selalu ada pesan yang membuat semangat terselip untuk menghadapi masalah tersebut. Penulis yang baik adalah penulis yang selalu memberi ilmu pada pembacanya, bukan?

"Dan ketika waktu yang tepat itu tiba, kamu bakal tahu kenapa Tuhan menyuruhmu menunggu. You'll know that God did everything for a wonderful reason."

Senin, 17 Maret 2014

Review Unfriend You - Dyah Rinni

Unfriend You
Penulis: Dyah Rinni
Penerbit: Gagasmedia
Tebal: 278 halaman
Cetakan 1: 2013
ISBN(13): 978-979-780-648-4
Blurp:

Aku adalah noda untuk dosa yang tak kulakkukan.
Aku mencoba bertahan, berusaha mengerti; mungkin ada bagian dari dirimu yang tak bisa kuraih. Namun, yang tak kunjung kupahami, mengapa ada persahabatan yang menyakiti?

This novel is a part of Gagas Debut. Dan bisa dibilang ini adalah novel favorit kedua setelah After Rain-nya Mbak Anggun. Bercerita tentang kehidupan anak SMA, eits, tapi nggak hanya sebatas cecintaannya anak SMA yang sarat akan cinta monyet, kok. Novel ini membawa kita ke sisi dunia anak SMA yang lain: bullying.

Diceritakan Katrissa, yang awalnya bersyukur, karena ia bisa menjadi sahabat dari kaum angsa di Eglatine High, Aura dan Milani. Karena awalnya, Katrissa adalah bagian dari kaum itik buruk rupa. Katrissa, yang (terpaksa) hobi pindah sekolah karena pekerjaan ayahnya, harus mengalami yang namanya kesulitan untuk berteman. Dia tidak pernah benar-benar memiliki teman dekat. Sampai akhirnya, Aura, bagian dari kaum angsa Egan (sebutan Eglantine High), memuji paper craft buatannya. Katrissa merasa sangat dihargai saat itu.

Dan akhirnya, waktu lambat laun memutarbalikkan pendapat Katrissa.

Egan sarat akan bullying. Pojok derita adalah saksi bisu keburukkan sekolah elit tersebut. Entah itu kakak kelas yang gila akan penghormatan dari adik kelasnya, atau masalah kecil yang dibesar-besarkan: merebut kekasih orang lain. Tidak tanggung-tanggung, korbannya benar-benar dipojokkan sampai mereka harus benar-benar merasa putus asa, hingga melakukan percobaan bunuh diri.

Jumat, 21 Februari 2014

Review: Sweetest Pain by Elyzea Mayang Sari

Sweetest Pain
Penulis: Elyzea Mayang Sari (Jjea Mayang)
Penerbit: Sinar Kejora
ISBN: 978-602-790-223-6
Tebal: 280 halaman
Blurp:

Di dalam sebuah hubungan cinta, akan ada yang namanya pilihan. Memilih atau dipilih, mencintai atau dicintai, mengkhianati atau dikhianati, mengalah atau bertahan. Tampak sederhana, namun sulit untuk dijalani. Benar. Sama halnya dengan kondisi hubungan percintaan ketiga orang itu. Hiu Hwi, Kyu Hyun dan Ji Hye.

Kyu Hyun yang merupakan kekasih Hiu Hwi, akhirnya berpaling pada Ji Hye yang notabene-nya adalah adik kandung Hiu Hwi sendiri. Kyu Hyun yang merasa selalu dipusingkan dengan sikap Hiu Hwi yang benar-benar menjengkelkan, akhirnya tak mampu menghindari kehadiran dan kehangatan perhatian Ji Hye. Hingga..., pada suatu saat, sang kakak mengetahui semuanya. Bahkan, Kyu Hyun dan Ji Hye bertunangan tanpa kehadirannya. Kejam? Tidak, karena memang sebenarnya Hiu Hwi-lah yang membuat kedua orang itu saling jatuh cinta.

Perlahan namun pasti, rahasia besar yang disimpan Hiu Hwi mulai terbongkar. Max Shim, Aiden Lee, dua nama pria itulah yang selalu menjadi penolong bagi Hiu Hwi di saat sulit. Dan puncaknya ketika keadaan sang adik; Lee Ji Hye berada di titik paling lemah dalam hidupnya dan semua bergantung pada Hiu Hwi. Apakah yang akan Hiu Hwi pilih? Dan bagaimana kelanjutan rumitnya kisah hidup Hiu Hwi, Kyu Hyun, Ji Hye, Max Shim dan Aiden Lee?
Sweetest Pain is now in bookstores, fellas! *berasa buku sendiri* Selamat, Jea, akhirnya berhasil 'melahirkan' novel perdana juga ke seluruh toko buku se-Indonesia. Semoga bisa best-seller, ya. ^^

Jea, yang terkenal dengan pasangan Kyu-Hwi di Facebook-nya, akhirnya mewujudkan salah satu cerita pasangan tersebut ke dalam Sweetest Pain - Akulah Hati yang Memelukmu. Genre romance dan angst sangat kental tersaji mulai dari awal cerita.

Diawali dari kisah Hiu Hwi yang hidupnya serba ada, dan karena keserbaadaannyalah, gadis itu menghamburkan uang hasil pekerjaannya menjadi model terkenal. Ia adalah kekasih Kyu Hyun, pianis terkenal se-Asia. Ia juga tak sungkan untuk menghabiskan isi kartu kredit kekasihnya itu untuk keperluan pribadi. Hiu Hwi punya prinsip, untuk apa menyimpan sesuatu untuk masa depan yang tak pasti.

Hiu Hwi kini lebih sering terlihat bersama dengan Aiden Lee, cowok blasteran yang bekerja sebagai dokter. Sementara Kyu Hyun jengah dengan sikap gadisnya itu dan lebih tentram apabila bersama Ji Hye, yang notabene-nya adalah adik kandung Hiu Hwi.

Kyu Hyun makin terjerat pesona Ji Hye, dan didukung pula dengan Hiu Hwi yang terus menjauh. Bahkan, pertunangan Kyu Hyun dan Ji Hye tetap berlangsung tanpa kehadiran Hiu Hwi. Bahkan Ibunya sendiri tidak begitu mengharapkan kehadiran anak gadis sulungnya.

Sakit? Tentu iya.